Jokowi Singgung Anggaran DKI: Kalau Ada yang Keliru, Cepat Diingatkan

kumparanNEWSverified-green

Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Presiden Jokowi menyampaikan arahan dalam acara Rapat Koordinasi Indonesia Maju yang pesertanya merupakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jokowi sempat menyinggung soal manajemen kebijakan dan anggaran di hadapan sekitar 2 ribu peserta.

Terkait kebijakan, Jokowi mengingatkan agar tak ada pihak yang mencari-cari kesalahan dalam pelaksanaan tugas, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Selanjutnya yang berkaitan dengan kebijakan, jangan ada kebijakan yang dikriminalisasi, dicari-cari. Mendengar ini banyak sekali. Kalau tidak ada niat jahatnya, jangan dicari cari dong," ujar Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Rabu (13/11).

Jokowi mencontohkan kasus di DKI Jakarta. Menurut dia, mata anggaran di Pemprov DKI sungguh banyak. Sehingga ketika melihat ada yang salah, pihak yang mengawasi harusnya mengingatkan.

Presiden Joko Widodo memberi sambutan di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda tahun 2019 di Sentul, Jawa Barat, Rabu (13/11). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

"Beri contoh di DKI mata anggaran itu 57.000, kalau ada yang keliru 1,2,3 cepat diingatkan. Enggak mungkin kontrol segitu banyak, kegiatan seorang Gubernur, Bupati, wali kota diingatkan awal-awal sebelum dia bekerja melaksanakan program itu," jelas Jokowi.

Menurut dia, mindset pelaksana kebijakan haruslah melayani masyarakat. Jokowi juga menyinggung soal lelang barang dan jasa yang selama bertahun-tahun polanya belum berubah. Ia mempertanyakan, mengapa lelang tak dimulai Januari saja.

"Kenapa sih kita tidak memulai namanya lelang bulan Januari. Kenapa terus menunggu sampai September baru lelang ada apa ini? Sehingga kualitas menjadi jelek," kata Jokowi.

"Kalau ada jembatan ambruk, SD ambruk nggak kaget saya. Pos basah waktu tinggal 3 bulan dikerjakan. Kenapa tidak dari Januari September selesai," lanjut Jokowi.

Jokowi menilai, memulai lelang dan pekerjaan di bulan Januari sungguh penting. Sehingga rentang waktu untuk menyiapkan program lebih lama. Hal ini penting karena akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

"Kalau Januari dimulai pertumbuhan ekonomi akan berpengaruh karena peredaran uang semakin banyak di masyarakat," kata Jokowi.