Jokowi Tak Wajibkan Masker di Outdoor demi Latih Masyarakat Menuju Endemi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan bantuan untuk pekerja seni di Taman Balekambang Surakarta, Kota Surakarta, Kamis (26/5/2022). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan bantuan untuk pekerja seni di Taman Balekambang Surakarta, Kota Surakarta, Kamis (26/5/2022). Foto: Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan perubahan pandemi menjadi endemi COVID-19 tak bisa ditentukan satu negara. Semua harus berdasarkan rekomendasi WHO.

“Sekali lagi karena ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai sudah menjadi endemi,” kata Menkes Budi dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (31/5)

Kemudian, lanjut Menkes Budi, faktor yang paling menentukan kenapa pandemi menjadi endemi adalah faktor kesadaran masyarakat. Yakni bagaimana protokol kesehatan diterapkan.

“Kalau dia sakit mesti ngapain, pengobatannya juga dia lakukan sendiri sehingga tidak ada pemaksaan dari pemerintah. Karena masyarakat sudah tahu sendiri dan itu sebenarnya adalah cara menjaga kesehatan yang paling baik, adalah kita. Diri sendiri menjaga kesehatan kita,” beber Menkes Budi.

Ia lalu menjelaskan pernyataan Jokowi beberapa waktu lalu yang melonggarkan kebijakan masker.

“Sebenarnya secara gradual yang Bapak Presiden lakukan bukannya mengendurkan tetapi mendidik masyarakat untuk memakai pertimbangannya sendiri apakah mereka merasa perlu pakai masker atau tidak,” urai Mantan Wamen BUMN ini.

Hal itulah, ditegaskan Menkes Budi, menujukkan masyarakat sudah siap untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti halnya potensi flu ketika musim hujan.

“Flu kemudian hujan-hujanan kita badan lagi enggak enak, ya masa kita hujan-hujanan, ya kita pakai payung, pakai jaket, enggak usah diatur pemerintah kan. Kalau hujan badan tidak harus pakai payung itu kan tidak diatur oleh pemerintah tapi karena masyarakat sendiri sudah sadar,” sebut Menkes Budi.

Lebih jauh, Menkes Budi menegaskan apa yang dilakukan pemerintah secara bertahap memindahkan tanggung jawab untuk mengelola kesehatan diri pribadi masyarakat ke masing-masing individu.

“Jika sudah berhasil masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami protokol kesehatan seharusnya sudah memiliki judgement kapan melakukan apa, itu ciri-ciri penyakit sudah menjadi endemi,” tandas Menkes Budi.