Jokowi Tiba di Hanoi, Bakal Bertemu Presiden dan Perdana Menteri Vietnam

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi tiba di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi, pada Kamis (1/11), setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam dari Manila, Filipina. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 tiba sekitar pukul 14.45 waktu setempat.

Kedatangan Jokowi disambut sejumlah pejabat Vietnam. Mereka adalah Kepala Kantor Presiden Vietnam Le Khanh Hai, Duta Besar Vietnam untuk RI Ta Van Thong, Wakil Menteri Luar Negeri Vietnam To Anh Dung, Chairman of Ha Noi People’s Committee Tran Sy Thanh, Dirjen Protokol Negara Kementerian Luar Negeri Vietnam Nguyen Viet Dung, dan Dirjen Departemen Urusan Luar Negeri Kantor Presiden Vietnam Nguyen Vu Ha Le.

Selain itu, ada Direktur Asia Selatan Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Hung Tam, Duta Besar RI untuk Viet Nam Denny Abdi, dan Atase Pertahanan Republik Indonesia di Hanoi, Kol. Laut (P) Dian Tri Hutanto.

Dari bandara, Jokowi langsung menuju hotel tempatnya bermalam di Hanoi. Setibanya di hotel, Jokowi disambut oleh Konsul Jenderal Ho Chi Minh City Agustaviano Sofjan, General Manager Hotel Melia Hanoi Santiago Cabre, staf KBRI Hanoi, dan sejumlah masyarakat dan diaspora Indonesia.

Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Internasional Noi Bai, Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024). Foto: Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden

Selama berada di Hanoi, Jokowi akan bertemu sejumlah pemimpin Vietnam yaitu Presiden Võ Văn Thưởng, Perdana Menteri Phạm Minh Chính, hingga Presiden Majelis Nasional Vietnam Vương Đình Huệ.

Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Gandi Sulistiyanto, Dirjen Protokol dan Konsuler, Kementerian Luar Negeri/Kepala Protokol Negara Andy Rachmianto, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Rudy Saladin, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI Achiruddin.