Jokowi: TNI-Polri Tak Bisa Urusi Demokrasi, Hati-hati Undang Penceramah Radikal
ยทwaktu baca 2 menit

Presiden Jokowi menyinggung pentingnya kedisiplinan nasional dimiliki TNI dan Polri. Untuk memiliki hal itu, Jokowi berharap agar TNI dan Polri terus berbenah.
"Yang namanya disiplin tentara, yang namanya disiplin di kepolisian itu berbeda dengan masyarakat sipil. Sangat beda sekali," kata Jokowi saat membuka Rapat Pimpinan TNI-Polri Tahun 2022 di Jakarta Timur, Selasa (1/3).
"Tidak bisa yang namanya tentara, yang namanya polisi ikut dalam urusan demokrasi. Di tentara itu enggak ada demokrasi," ujar Jokowi.
Pesan Jokowi ini juga berlaku untuk para istri anggota TNI dan Polri. Para istri tidak bisa juga sembarangan berkumpul lalu memanggil ceramah sembarangan atas dalih demokrasi.
"Ini bukan hanya bapak-bapak atau ibu-ibu yang bekerja, tetapi yang di rumah juga sama. Hati-hati. Ibu-ibu kita juga sama, kedisiplinannya juga harus sama. Enggak bisa, menurut saya, enggak bisa ibu-ibu itu memanggil ngumpulin ibu-ibu yang lain memanggil penceramah semaunya atas nama demokrasi," jelas dia.
"Sekali lagi di tentara, di polisi tidak bisa begitu. Harus dikoordinir oleh kesatuan, hal-hal kecil tadi, makro dan mikronya. Tahu-tahu mengundang penceramah radikal. Nah, hati-hati," tegas Jokowi.
Selain itu, Jokowi juga meminta jajaran TNI dan Polri mendisiplinkan WhatsApp grup. Menurut dia, kehadiran WhatsApp grup bisa merugikan, apalagi jika yang dibicarakan terkait keputusan politik yang telah diambil seperti IKN Nusantara.
"Misalnya berbicara mengenai IKN, enggak setuju IKN apa. Itu sudah diputuskan pemerintah dan sudah disetujui DPR. Kalau di dalam disiplin TNI-Polri sudah tidak bisa diperdebatkan. Kalau di sipil silakan," ujarnya.
Untuk menghindari hal-hal tersebut, Jokowi meminta TNI dan Polri meningkatkan kedisiplinan mulai dari hal-hal kecil. Apalagi kedisiplinan TNI dan Polri berbeda dengan sipil.
"Karena disiplin TNI-Polri itu berbeda dengan sipil dan dibatasi oleh aturan pimpinan. Di seluruh dunia tentara punya aturan sendiri. Kitab undang-undang hukum disiplin tentara yang intinya adalah kesetiaan tegak lurus," pungkasnya.
