Jokowi Undang Ulama Taliban dan Afghanistan untuk Selesaikan Konflik

Perwakilan Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla di Istana Bogor. Usai pertemuan, Jokowi menyampaikan Afghanistan berharap agar Indonesia bisa berperan mengengahi konflik di negara itu.
"Jadi mulai tadi pagi kita telah menerima delegasi dari Afghanistan dari High Council yang diketuai oleh Yang Mulia Bapak Khalili beserta seluruh delegasi. Kita berharap Indonesia bisa ikut berperan dalam menengahi dan memediasi agar konflik-konflik yang ada di Afghanistan bisa diselesaikan," kata Jokowi di Grand Garden Resto and Cafe, Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/11).

"Dan tadi Yang Mulia menyampaikan dengan sangat terbuka dan sangat senang aekali kalau Indonesia bisa berperan dalam menyelesaikan konflik di Afghanistan. Karena kita dianggap yang pertama Islam di Indonesia, Islam yang moderat," lanjut dia.
Jokowi mengungkapkan, Indonesia dianggap netral di tengah konflik dan tidak memiliki kepentingan. Jadi antusias yang disampaikan oleh Khalili akan disambut baik oleh Jokowi.
"Dan saya tadi juga menyampaikan segera akan menyusun jadwal secepatnya nanti akan mengundang ulama-ulama berikutnya dari sana dari Taliban, dari Afghanistan dari Pakistan. Kemudian juga bersama-sama dengan ulama di Indonesia untuk bersama-sama mencarikan solusi bagi saudara-saudara kita yang ada di Afghanistan," ucap Jokowi.
Terlihat mendampingi Jokowi dan JK saat menerima 27 delegasi dari Afghanistan yaitu Menkopolhukam Wiranto, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog Antar Agama dan Peradaban Din Syamsuddin.
