Jubir: Luhut Patuhi Jokowi soal Tak Lagi Suarakan Tunda Pemilu

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Pandjaitan memeriksa operasi pemadam kebakaran di hutan lahan gambut di Kalimantan (24/9/2015). Foto: Romeo Gacad/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Indonesia Joko Widodo (kanan) didampingi Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Luhut Pandjaitan memeriksa operasi pemadam kebakaran di hutan lahan gambut di Kalimantan (24/9/2015). Foto: Romeo Gacad/AFP

Presiden Jokowi dalam arahannya di sidang kabinet paripurna Selasa (5/4)meminta agar para pembantunya berhenti menyuarakan penundaan Pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden.

Seperti diketahui di kabinet ada Menko Marves Luhut Panjaitan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang pernah berbicara mengenai penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan.

Merespons hal ini, jubir Menko Marves Jodi Mahardi mengatakan, Luhut akan mematuhi arahan Jokowi tersebut.

“Ya pasti Pak Luhut patuh kepada arahan Presiden,” kata Jodi saat dimintai tanggapan, Kamis (7/4).

kumparan post embed

Jodi menuturkan, Luhut seperti biasanya akan tetap fokus pada penanganan pandemi dan juga pemulihan ekonomi.

“Pak Luhut hari ini seperti biasanya juga tetap fokus untuk mengawal pemulihan ekonomi pascapandemi ini,” urai Jodi.

“Dan juga fokus dalam bekerja untuk menangani kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat sesuai yang diperintahkan Presiden kemarin,” tandas Jodi.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi meminta seluruh menterinya fokus pada berbagai masalah bangsa. Mulai dari situasi global yang tak menentu hingga kenaikan harga kebutuhan pangan dan BBM di dalam negeri. Ia meminta tak ada lagi yang membahas penundaan pemilu atau perpanjangan masa jabatan presiden.

“Fokus kepada bekerja dalam pemahaman kesulitan-kesulitan yang kita hadapi jangan sampai ada lagi yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, perpanjangan, ndak,” ujar Jokowi.