Jubir Prabowo Ungkap Alasan MEF Tak Capai Target di 2024: Diinterupsi COVID-19

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara Menteri Pertahanan RI Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara Menteri Pertahanan RI Dahnil Anzar Simanjuntak. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan alasan Minimum Essential Force (MEF) Indonesia tidak mencapai target 100 persen pada 2024. Dia menyebut penyebabnya karena ada pandemi COVID-19.

Hal itu diungkapkan Dahnil dalam acara bedah buku "Politik Pertahanan" di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (5/1).

"MEF yang sudah dibuat di RPJM tidak kemudian sampai 2024 harusnya ditargetkan selesai dan target terpenuhi. Kenapa tidak terpenuhi MEF itu? Karena kita diinterupsi sebutan saya menggunakannya diinterupsi oleh COVID-19," kata Dahnil.

Pada masa pandemi COVID-19, Dahnil menjelaskan anggaran Kementerian Pertahanan dialihkan untuk membantu penanganan COVID-19.

"Kita melakukan itu semua, anggaran alutsista dan sebagainya kemudian dialihkan untuk anggaran vaksin, untuk anggaran penanganan COVID-19 untuk anggaran revitalisasi rumah sakit tentara di seluruh Indonesia, untuk alat-alat medis lainnya," ucapnya.

Prajurit TNI lengkap dengan alutsista saat serah terima jabatan Komandan Korps Marinir (Dankormar) TNI Angkatan Laut di Lapangan Upacara Brigif 1 Marinir Kesatrian Marinir Hartono, Jakarta, Minggu (21/5/2023). Foto: Asprilla Dwi Adha/Antara Foto

Lebih jauh, dia menuturkan, dengan dialihkannya anggaran Kemhan RI untuk COVID-19 membuat Indonesia keluar dari masa itu dengan tidak terlalu buruk.

"Dan Pak Prabowo secara tidak langsung memimpin proses itu dengan baik, dan alhamdulillah COVID-19 kita salah satu negara yang bisa keluar dari COVID-19 itu tidak sangat berdarah-darah," pungkas dia.

Minimum Essential Force (MEF) adalah standar kekuatan pokok minimum TNI, yang menjadi salah satu program pembangunan sektor pertahanan Indonesia.

Pada 2019 capaian MEF hanya 63,19%, gagal mencapai targetnya yang dipatok di level 68,90%. Kemudian pada 2020 capaiannya turun menjadi 62,31%, makin jauh dari targetnya yang ditingkatkan ke level 72%.