Jubir Wapres: Hoaks Jemaah Umrah RI Terjangkit Corona Sangat Berbahaya

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru bicara Wakil Presiden RI, Masduki Baidlowi, di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jakarta, Senin (17/2). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru bicara Wakil Presiden RI, Masduki Baidlowi, di Rumah Dinas Wakil Presiden, Jakarta, Senin (17/2). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi menyayangkan adanya berita hoaks yang menyebut terdapat jemaah umrah Indonesia yang dipulangkan dari Arab Saudi karena terjangkit virus corona. Ia menyebut berita itu sangat membahayakan posisi Indonesia yang masih terbebas dari corona.

"Hoaks ini saya kira sangat berbahaya. Kemarin sudah berkembang jemaah umrah kita yang sampai ke Madinah, setelah diperiksa kesehatannya positif corona, ini ternyata hoaks. Ini saya bilang sangat-sangat berbahaya," kata Masduki dalam diskusi 'Adakah Jalan Keluar Bagi Jemaah Umrah' di MAJ Senayan, Sabtu (29/2).

Apalagi, Masduki mengatakan saat ini pemerintah terus berupaya menjaga Indonesia terus terbebas dari corona. Adanya berita hoaks itu, kata dia, justru menimbulkan keraguan dari negara lain terkait keamanan Indonesia.

Diskusi perspektif Indonesia bertajuk 'Adakah Jalan Keluar Bagi Jemaah Umrah', Sabtu (29/2). Foto: Paulina Herasmarinandar/kumparan

"Negara ini menjaga sedemikian rupa bagaimana agar negara ini bebas tetap bebas dari virus corona. Itu adalah taruhan yang sangat luar biasa. Ini orang luar sudah mulai banyak curiga ini bener enggak Indonesia ini betul-betul tidak terkena corona," tuturnya.

"Jadi ketika kita sedang mempertahankan seperti itu lalu kemudian ada berita-berita hoaks, itu sangat-sangat berbahaya," sambung dia.

Karena itu, ia meminta seluruh masyarakat bijak dalam mengakses informasi di media sosial. Terlebih, pemerintah tengah berupaya untuk menyelesaikan masalah penghentian jemaah haji datang ke Arab Saudi untuk membatasi penyebaran virus corona.

Petugas mengecek penumpang menggunakan Thermal Scanner di Bandara Soekarno Hatta Terminal 3 CGK. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Maka bagaimana kita imbau kepada seluruh masyarakat ini adalah taruhan negara. Ini adalah taruhan bangsa Indonesia bagaimana kita tetap terselamatkan dari virus corona dan dalam konteks management untuk penyelesaian krisisnya terkait pembatasan umrah ini bisa terselesaikan," ucapnya.

"Asal semua stakeholder tidak hanya negara, tidak hanya maskapai, tidak hanya penyelenggara umrah tapi juga masyarakat semuanya mendukung jangan sampai ada berita tidak benar yang meracuni masyarakat," ujar Masduki.