Judi Online Makin Ngeri: Merambah Semua Profesi; 6 Ribu Rekening Diblokir

Judi online sudah semakin merajalela. Semua kalangan masyarakat teperdaya karenanya.
Menko Polhukam yang juga Kasatgas Pemberantasan Judi Online, Hadi Tjahjanto, mengungkap data transaksi triliunan rupiah terjadi untuk judi online ini.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi pemberantasan judi online di kantor Kemenko PMK, Selasa (25/6).
Berikut fakta-faktanya:
Merambah ke Seluruh Profesi
Hadi mengungkapkan, maraknya praktik judi online diiringi pemain yang menjamur. Pelakunya merambah ke seluruh profesi yang ada di masyarakat.
"Judi online sudah merambah ke seluruh profesi. Contoh, profesi wartawan itu ada 164 orang yang berasal data dari PPATK dan transaksinya sampai dengan 6.899, jumlah uangnya Rp 1.477.168.821 dan siapa-siapa namanya juga ada. Lengkap. Alamatnya juga," ujar Hadi.
Selain itu, hampir di seluruh provinsi sudah terpapar judi online. Di kesempatan tersebut, ia mengungkap 5 provinsi teratas yang paling banyak melakukan judi online.
Berikut datanya:
Jawa Barat, jumlah pelaku 535.644, nilai transaksi Rp 3,8 triliun;
DKI Jakarta, jumlah pelaku 238.568, nilai transaksi Rp 2,3 triliun;
Jawa Tengah, jumlah pelaku 201.963, nilai transaksi Rp 1,3 triliun;
Jawa Timur, jumlah pelaku 135.227, nilai transaksi Rp 1,051 triliun; dan
Banten, jumlah pelaku 150.302, nilai transaksi Rp 1,022 triliun.
Daerah Perputaran Uang Judi Online Terbesar
Di Jakarta bahkan ada 3 wilayah yang masuk dalam daerah dengan jumlah perputaran uang judi online terbanyak. Yakni di Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Data itu didapat PPATK.
Berikut daftarnya:
Jakarta Barat Rp 792 miliar
Kota Bogor Rp 612 miliar
Kabupaten Bogor Rp 567 miliar
Jakarta Timur Rp 480 miliar
Jakarta Utara Rp 430 miliar
Data Pemain Akan Ditindaklanjuti
Hadi mengatakan, data-data para pelaku judi online sudah dimiliki pihaknya. Nantinya akan diteruskan perangkat daerah hingga tingkat kelurahan atau desa untuk memberikan edukasi kepada para pelaku.
"Tindakan kami akan segera mengumpulkan para camat dan para kades, lurah untuk turut serta memberantas dan harus bertanggung jawab bahwa di daerahnya dijadikan sarang untuk bermain judi online. Khususnya warganya," ujarnya.
6.000 Rekening Diblokir
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan sejauh ini ada 6.000 rekening yang sudah diblokir.
"Sekarang ada 6.000, ya, 6.000 rekening yang sudah diblok, dan itu ada uangnya," kata Muhadjir usai Rakor Pencegahan Judi Online di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (25/6).
Muhadjir tidak mengungkap berapa jumlah uang dalam rekening tersebut. Namun ia mengatakan uang tersebut akan diambil negara bila tidak ada yang mengaku.
"Nanti akan kita umumkan, kalau nanti enggak ada yang ngaku diambil oleh negara," ujar Muhadjir.
Kenapa Pemerintah Tak Tegas ke Bandar?
Satgas Pemberantasan Judi Online tengah berjibaku bekerja. Teranyar, ada 5 selebgram asal Banten yang mengendorse judol ditangkap.
Kemudian ada juga pengungkapan kasus judol dengan website 1XBET dan W88 dan Liga Ciputra. 18 orang tersangka dijerat. Sejumlah barang bukti turut disita. Mulai dari uang tunai Rp 4,7 miliar, 3 mobil, hingga 114 ponsel.
Kemudian, ada 19 pemain judi online yang ditangkap di Banda Aceh. Juga 2 selebgram asal Lampung yang mempromosikan judi online.
Mengapa tak ada bandar besar yang ditangkap?
"Judol ini perlu waktu dan tindakan cepat sudah dilakukan yang penting pertama adalah menyelamatkan rakyat Indonesia dulu. Baru kita sama-sama memotong bandar-bandar itu," tuturnya.
Sejauh ini, eks Panglima TNI itu mengungkapkan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya dalam pemberantasan judi online. Misalnya dengan memutus akses provider ke Kamboja dan Filipina.
Selain itu, pembekuan rekening yang terlibat dalam judi online juga bakal dibekukan. Uang hasil pembekuan juga akan dimasukkan ke kas negara.
"Nanti Bareskrim dari hasil PPATK yang dilaporkan yaitu rekening-rekening yang mencurigakan sesuai data analis, kemudian dibekukan selama 30 hari oleh Bareskrim, diambil uangnya, kalau enggak ngaku dari situ bisa dikembangkan," jelasnya.
