kumparan
22 Oktober 2019 14:11

Juliari Batubara, Wabendum PDIP yang Jadi Calon Kuat Mensos

Juliari P. Batubara, POTRAIT
Juliari P. Batubara tiba di kompleks istana. Foto: Kevin S. Kurnianto
Nama Wabendum PDIP Juliari Batubara mungkin masih asing di kalangan sebagian besar masyarakat Indonesia. Namanya mencuat saat dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/10).
ADVERTISEMENT
Jokowi memang tengah memanggil tokoh-tokoh yang hendak dipilih menjadi menteri Kabinet Baru 2019. Sama seperti tokoh-tokoh lainnya, Ari --panggilan Juliari-- tampak datang dengan mengenakan kemeja putih.
Namun, siapakah sosok Ari ini sebenarnya?
Juliari P. Batubara tiba di Kompleks Istana Kepresidenan
Juliari P. Batubara tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Juliari Peter Batubara baru dikenal masyarakat setelah maju di Pileg 2014 sebagai wakil PDIP di dapil Jateng I. Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara pasangan AP Batubara dan MH Tambunan yang lahir 22 Juli 1972.
Sebagai anak sulung, Ari --panggilan Juliari-- sengaja dipersiapkan untuk menjadi penerus bisnis keluarga, PT Wiraswasta Gemilang Indonesia. Lulus SMA, Ari melanjutkan pendidikan di Riverside City College dan melanjutkan lagi di Chapman University, California. Begitu lulus, Ari langsung bekerja di perusahaan ayahnya.
Ilmu yang ia dapat di luar negeri, tidaklah sia-sia. Dengan bekal pendidikannya, pada 2003, Ari dipercaya memimpin perusahaan penghasil pelumas tersebut Lewat tangan dingin Ari, perusahaan ini menjadi perusahaan swasta pertama dan terbesar yang memproduksi pelumas.
Juliari P. Batubara tiba di Kompleks Istana Kepresidenan
Juliari P. Batubara tiba di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10/2019). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
Selama sembilan tahun memimpin perusahaan, Ari mengutamakan sisi profesionalitas dan modernisasi. Hasilnya, dua jenis pelumas yang mereka produksi, Pennzoil dan Evalub, penjualannya naik hingga lima kali lipat.
ADVERTISEMENT
Juliari juga sempat menjadi Direktur Utama PT Arlinto Perkasa Buana. Selain itu, pada 2004 ia ditunjuk menjadi Direktur PT Bwana Energy dan pada tahun 2005 menjadi Komisaris Utama PT Tridaya Mandiri.
Setelah sukses dengan bisnisnya, Ari lalu bergabung ke PDIP. Puncaknya, ia terpilih menjadi Wakil Bendahara di DPP PDIP.
Pada tahun 2014, Ari lolos ke Senayan dari PDIP. Meski lahir dan tumbuh besar di Jakarta, namun blusukan yang dilakukan Ari selama kampanye berhasil membuatnya memenangkan hati warga Jateng I. Pada Pilkada 2019, Ari kembali maju dari dapil Jateng I dan lolos ke DPR.
Usai bertemu Jokowi di Istana, Ari menjelaskan ia diminta Jokowi mengurusi masalah kemiskinan dan kebencanaan. Sejumlah sumber menyebut Ari adalah calon Menteri Sosial yang dalam periode ini jatuh ke tangan PDIP.
ADVERTISEMENT