Jumat Terakhir Ramadan: Khotbah Haru di Masjidil Haram dan Doa untuk Palestina
·waktu baca 2 menit

Jutaan jemaah berkumpul di Masjidil Haram, Makkah, untuk menunaikan salat Jumat terakhir di bulan Ramadan 2025 pada Jumat (28/3) bertepatan dengan 28 Ramadan 1446 H.
Area tempat tawaf (mataf) dipenuhi jemaah pria yang memakai kain ihram, tanda bahwa mereka sedang menunaikan umrah.
Sedangkan barisan belakang tampak jemaah perempuan yang mayoritas mengenakan abaya hitam. Terik matahari dengan suhu 36 derajat Celsius tidak menghalangi mereka untuk beribadah di area terbuka. Sedangkan jemaah lainnya salat di bagian dalam masjid.
Salat Jumat terakhir di bulan suci Ramadan ini dipimpin oleh Syeikh Yasser Al-Dosari, bertindak sebagai imam dan khatib. Salat ini disiarkan langsung lewat saluran milik pemerintah Saudi, yaitu Qurantvsa maupun AlekhbariyaTV.
Dalam khotbahnya, Dosari menyinggung Ramadan yang akan pergi dan menyerukan berbuat kebaikan.
Berikut potongan khotbah Dosari, ulama berusia 44 tahun ini:
"Wahai manusia, manfaatkan hidup kalian dengan berbuat kebaikan, karena betapa cepatnya malam dan siang berlalu, begitu pula bulan dan tahun yang silih berganti. Siapkanlah bekal, karena sebaik-baik bekal adalah ketakwaan."
Kini Ramadan akan segera pergi. Baru kemarin kita menyambutnya dengan sukacita dan kerinduan, dan hari ini kita mengantarnya pergi dengan air mata yang membasahi mata."
"Maka bersegeralah dalam ketaatan, karena amal perbuatan dinilai dari akhirnya, dan yang benar-benar berarti adalah kesempurnaan di penghujungnya, bukan kekurangan di awalnya."
"Jagalah hatimu di penghujung Ramadan. Jika kau mendapati kerinduan untuk tetap taat, maka pujilah Allah, karena itu tanda diterimanya amalan. Namun jika kau menemukan kelalaian, maka bersedihlah atas dirimu sendiri dan hisablah dirimu sebelum kau dihisab."
"Mohonlah kepada Allah agar menerima amalanmu dan memberimu akhir yang baik, serta lanjutkan Ramadan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal—karena itu seakan-akan berpuasa sepanjang hidup."
"Wahai orang-orang yang tengah mengucapkan selamat tinggal kepada Ramadan, tetaplah teguh di jalan kebenaran, karena dunia ini bukanlah tempat tinggalmu yang abadi. Sungguh, orang yang benar-benar sukses adalah dia yang menghabiskan waktunya untuk membangun akhiratnya," ujarnya.
Dosari juga membacakan doa untuk rakyat Palestina yang ditindas Zionis dan Masjid Al-Aqsa— masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi — di bagian ujung khotbahnya.
"Ya Allah, berikanlah mereka kemenangan di Palestina, hilangkanlah setiap kesusahan mereka, berikanlah jalan keluar dari setiap kesulitan, dan anugerahkanlah kesehatan dari setiap penderitaan. Ya Allah, lindungilah Masjid Al-Aqsa dan jadikanlah ia mulia serta terhormat hingga Hari Kiamat."
Terlihat jemaah mengangkat tangannya, sebagian memejamkan mata dan menitikkan air mata mendengar doa yang penuh haru tersebut.
