Jumlah Laporan Bullying PPDS Bukan 1.000 tapi 1.540, 221 Ada di RS Kemenkes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
dr. Siti Nadia Tarmizi.  Foto: Kemenkes RI
zoom-in-whitePerbesar
dr. Siti Nadia Tarmizi. Foto: Kemenkes RI

Jumlah laporan bullying "dokter PPDS" ternyata bukan 1.000 seperti yang disampaikan Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono. Jumlahnya lebih banyak dari itu, yakni 1.540.

Kemenkes lalu menelaah 1.540 laporan bullying PPDS itu, apa hasilnya?

"540 yang betul-betul terkategori masuk ke dalam kasus perundungan," ujar Jubir Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, saat dijumpai di Kompleks Parlemen Senayan, (3/9).

Bahkan, 221 (dari 540 itu) adalah kasus bullying yang terjadi di rumah sakit vertikal Kemenkes—di bawah naungan Kemenkes.

Apa yang Akan Kemenkes Lakukan?

Nadia menjelaskan apa saja yang akan Kemenkes lakukan:

RS Vertikal

Untuk rumah sakit vertikal, Kemenkes akan menerapkan instruksi Menkes yang terbit Juli 2024 yang mengatur upaya pencegahan terjadinya perundungan di instansi Kemenkes.

"Jadi kita sudah jelas mengatur di sana siapa saja yang akan mendapatkan sanksi mulai dari pihak manajemen rumah sakit, walaupun pihak manajemen rumah sakit mungkin tidak terkait langsung," ujar Nadia.

RS Bukan Vertikal Kemenkes

Untuk RS yang bukan rumah sakit vertikal, Nadia mengatakan baru akan bertindak bila memang diminta oleh pihak rumah sakit.

"Misalnya itu ada di rumah sakit milik universitas, kita akan memberikan surat bahwa ada laporan, ini tidak menyebutkan identitas ya, kasusnya ada di bagian mana atau program studi mana. Dan itu berlaku juga untuk pemerintah daerah. Karena program daerah kan ada juga kegiatan pendidikan di rumah sakit umum daerah ya, baik provinsi maupun kabupaten/kota," ujar Nadia.

PPDS Undip, Unair, USU, Unsri, hingga RSCM

Kasus dugaan bullying ini terungkap usai dr Aulia Risma Lestari, mahasiswi Undip yang menempuh PPDS di RS Kariadi, tewas diduga bunuh diri karena tidak kuat di-bully.

Wamenkes, Dante Saksono Harbuwono, sebelumnya mengungkapkan bahwa dugaan bullying bukan cuma di Undip.

"Ya kejadian di Undip, semuanya juga kita investigasi kok, di RSCM diinvestigasi, di Undip diinvestigasi, di Unair diinvestigasi, di USU diinvestigasi, di Unsri juga diinvestigasi," ujar Dante.

Ilustrasi bullying. Foto: elwynn/Shutterstock