Junta Militer Ancam Tangkap 6 Selebriti yang Dukung Demo Myanmar

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kendaraan lapis baja berkeliling di jalan selama protes melawan kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Minggu (14/2). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kendaraan lapis baja berkeliling di jalan selama protes melawan kudeta militer, di Yangon, Myanmar, Minggu (14/2). Foto: Stringer/REUTERS

Junta Militer Myanmar mengeluarkan surat penangkapan kepada enam orang selebriti. Para selebritis itu dituduh memprovokasi massa untuk ikut serta dalam demo dan mogok massal.

Surat tersebut keluar saat militer sudah menangkap hampir 500 orang usai kudeta pada 1 Februari 2021 lalu. Kudeta memicu demo yang berujung ajakan mogok massal.

Pada Rabu (18/2/2021) lewat sebuah pengumuman, junta militer menyatakan keenam selebriti yang akan ditangkap termasuk sutradara, hingga penyanyi serta pekerja seni lainnya.

Demonstran memprotes kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di luar Kedutaan Besar Jepang di Yangon, Myanmar, Rabu (10/2). Foto: Stringer/REUTERS

Mereka diduga melanggar aturan antihasutan yang diberlakukan untuk melarang pegawai negeri sipil bergabung dalam protes. Jika terbukti bersalah keenam selebritis itu terancam hukuman maksimal dua tahun penjara.

Salah seorang artis yang masuk dalam daftar Lu Min menyatakan akan terus memberontak melawan kekuasaan militer.

"Sangat menakjubkan melihat warga bersatu. Kekuasaan rakyat harus dikembalikan kepada rakyat," kata Lu Min seperti dikutip dari Reuters.

Kendaraan militer Myanmar terlihat di dalam Balai Kota, Yangon, Myanmar, Senin (1/2). Foto: Stringer/REUTERS

Hingga kini, meski ada ancaman dari junta militer, demo di Myanmar tetap terus berjalan. Pada Kamis ini, massa dari berbagai etnis dan pelajar di Myanmar berencana kembali turun ke jalan di berbagai kota besar.

Demi mencegah demo, militer Myanmar terlihat makin keras terhadap warganya. Pada Rabu (17/2/2021) lalu polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan demo di kota Mandalay. Tindakan tersebut menyebabkan satu orang terluka.