Jurusan IPA-IPS-Bahasa di SMA Dihapus, Siswa Belajar Apa?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi siswa SMA. Foto: Agewib/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siswa SMA. Foto: Agewib/Shutterstock

Kurikulum Merdeka resmi diberlakukan sebagai kurikulum nasional mulai tahun ajaran baru 2024/2025 atau tahun ini. Namun implementasinya tetap bergantung pada kesiapan satuan pendidikan masing-masing. Kemendikbudristek memberikan masa transisi hingga maksimal tiga tahun ke depan.

Salah satu perubahan dalam Kurikulum Merdeka adalah tidak ada lagi jurusan IPS, IPA dan Bahasa di sekolah menengah tingkat atas (SMA).

Lalu siswa SMA belajar apa?

Kepala Badan Standar Nasional Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek Anindito Aditomo mengatakan saat di kelas X, semua siswa masih belajar mata pelajaran umum.

Lalu saat di kelas 11 dan 12, siswa dapat memilih mata pelajaran secara lebih leluasa sesuai minat, bakat, kemampuan dan aspirasi studi lanjut atau kariernya. Dengan tetap ada pelajaran wajib yang harus diambil.

"Di kelas XI dan XII, sekitar separuh jam pelajaran digunakan untuk mata pelajaran wajib seperti Agama, Pancasila, Bahasa Indonesia dan Sejarah. Separuh sisanya untuk mapel pilihan sesuai dengan minat, bakat dan rencana studi masing-masing murid," katanya.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek, Anindito Utomo (tengah) konferensi pers soal buku panduan penggunaan rekomendasi buku sastra di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2024). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Anindito mencontohkan, jika seorang murid yang ingin berkuliah di program studi teknik bisa menggunakan jam pelajaran pilihan untuk mata pelajaran matematika tingkat lanjut dan fisika, tanpa harus mengambil mata pelajaran biologi.

Sebaliknya, seorang murid yang ingin berkuliah di kedokteran bisa menggunakan jam pelajaran pilihan untuk mata pelajaran biologi dan kimia, tanpa harus mengambil mata pelajaran matematika tingkat lanjut.

"Dengan demikian, murid bisa lebih fokus untuk membangun basis pengetahuan yang relevan untuk minat dan rencana studi lanjutnya," katanya.

Menurutnya, persiapan yang lebih terfokus dan mendalam ini sulit dilakukan jika murid masih dikelompokkan ke dalam jurusan IPA, IPS, dan Bahasa.