Kabaharkam Polri: Kalau Polisi Tak Punya Empati Menolong, untuk Apa Jadi Polisi?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III bersama Kabaharkam Polri Komjen Karyoto di DPR, Rabu (11/3). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III bersama Kabaharkam Polri Komjen Karyoto di DPR, Rabu (11/3). Foto: Abid Raihan/kumparan

Kepala Baharkam Polri, Komjen Irjen Karyoto, mengatakan Polri ingin bertransformasi sebagai polisi penolong.

Hal tersebut disampaikan Karyoto saat rapat Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/3).

"Nah, ini juga penting. Artinya kita mengharapakan, ini kami di akhir tahun kemarin kami sudah Rakernis seluruh Direktorat di lingkungan Baharkam berkumpul. Kami tanamkan transformasi mental ini penting sekali," kata Karyoto.

Ilustrasi polisi. Foto: Shutterstock

Karyoto menegaskan, pentingnya empati yang dimiliki setiap anggota Polri. Sebab, pada dasarnya salah satu tugas utama polisi adalah menolong masyarakat.

"Seperti disampaikan bahwa kalau polisi tidak punya empati untuk menolong, untuk apa jadi polisi? Dan saya selalu sampaikan, 'Enggak usah khawatir di Baharkam ini kita surplus pahala.' Insyaallah surplus pahala, dari mana-mana pun akan banyak gitu," jelas Karyoto.

"Paling tidak, ketika kita sudah bersiap menjadi seorang penolong, kita mendatangi masyarakat dengan sopan dan baik. Menanyakan apa kendala, apa permasalahan," tambahnya.