Kabar Baik: 10 Juta Bulk Vaksin Sinovac Tiba; Vaksinasi Drive Thru bagi Pemotor

kumparan merangkum sejumlah kabar baik corona pada Selasa (2/3). Mulai dari 10 juta bulk vaksin Sinovac tiba di RI hingga pemerintah akan memulai vaksinasi drive thru bagi pengendara motor.
Hingga saat ini penularan virus corona di Indonesia masih terjadi walau mulai ada tren penurunan. Tercatat jumlah kasus positif kini mencapai 1.347.026 orang di mana 1.160.863 sembuh dan 36.518 meninggal.
Meski vaksinasi sudah berjalan, masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan ketat yakni 3M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Berikut sejumlah kabar baik corona:
10 Juta Bulk Vaksin Sinovac Tiba di RI
Sebanyak 10 juta bulk vaksin Sinovac kembali tiba di Indonesia. Seluruh vaksin itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pukul 13.00 WIB.
"Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa hari ini kita kedatangan 10 juta bulk vaksin," kata Wamenkes Dante Saksono.
Bahan baku vaksin ini langsung akan dibawa dan diproduksi oleh PT Bio Farma. Vaksin ini digunakan untuk lansia dan petugas publik.
"Dari 10 juta bulk vaksin akan dihasilkan sekitar 8 juta [dosis] vaksin jadi," ucap dia.
Ini merupakan kali ketiga kedatangan dalam bentuk bulk yang kemudian diproduksi Bio Farma yang sudah mendapatkan sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat Yang Baik) dari Badan POM.
Proses evaluasi terhadap vaksin yang baru tiba ini tetap dilakukan oleh Badan POM untuk menjamin keamanan, mutu, dan khasiat dari vaksin COVID-19.
Rapid Tes Antigen Buatan Unpad Akan Dikembangkan Setara Kualitas AS
Menristek Bambang Brodjonegoro mengatakan rapid antigen CePAD yang merupakan buatan Unpad telah mendapat izin Kemenkes pada November 2020 dengan tingkat akurasi mencapai 84 persen.
Rapid CePAD merupakan harapan di tengah banyaknya alat rapid antigen impor yang mayoritas buatan Amerika Serikat (AS).
Bambang menyatakan, rapid CePAD memang belum setara kualitasnya dengan buatan AS lantaran merupakan produk awal riset. Namun dengan pengembangan, Bambang yakin rapid CePAD bisa setara kualitasnya dengan buatan perusahaan AS, Abbott, bahkan melebihi.
"Ketika ada perubahan dari rapid antibodi ke antigen, lahirlah antigen dari Unpad. Apakah ini sudah setara AS? ya belum, tapi itulah proses belajar. Kita harus bisa adopsi apa yang bisa dikembangkan dan terus melakukan perbaikan," ucapnya.
"Tetap perbaikan, postmarketing survei, dilihat kinerjanya, apa yang bisa diperbaiki. Sehingga misal rapid antigen Unpad itu sekarang penelitinya Yusuf dari Unpad menegaskan ke saya, upayakan agar rapid antigen setara Abbott (AS). Jadi dia menjadikan Abbott sebagai benchmark dan berupaya supaya tingkat akurasinya setara," lanjutnya.
Bambang menambahkan, pengembangan juga harus dilakukan UGM dengan alat GeNose buatannya. Sebab GeNose merupakan alat skrining corona yang menjanjikan dengan tingkat akurasi lebih dari 90 persen.
1 Juta Penduduk RI Sudah Terima 2 Dosis Vaksin COVID-19
Hari ini merupakan satu tahun pandemi COVID-19 masuk Indonesia. Tahun lalu Presiden Jokowi mengumumkan adanya dua kasus pertama yang merupakan warga Depok.
Sejumlah upaya penanganan pun dilakukan. Dari segala macam pembatasan hingga vaksinasi.
Terkait vaksinasi, pemerintah menargetkan 181,5 juta orang disuntik untuk mencapai herd immunity. Jokowi meminta proses ini bisa dilakukan selambat-lambatnya setahun.
Berdasarkan data Kemenkes, sejauh ini sudah 1.705.239 orang disuntik vaksin Sinovac. Mayoritas tenaga kesehatan, di luar itu ada sebagian kecil pelayan publik seperti pedagang hingga guru.
Vaksin Sinovac harus disuntik 2 kali untuk mendapatkan imunitas maksimal. Nah, dari data yang sama, sudah ada 1.010.028 orang yang sudah 2 kali disuntik atau 0,55 persen dari target.
Tentu ini harus terus digenjot dan dipercepat. Sebab, kita juga harus berpacu dengan mutasi virus. Kalau sudah bermutasi yang sampai mengubah DNA dikhawatirkan vaksin tidak ampuh lagi.
Jokowi menargetkan 1 juta orang divaksin per hari. Namun untuk mencapai itu, pemerintah harus mempercepat pengadaan dan distribusi.
Pemerintah Akan Buat Vaksinasi Corona Drive Thru bagi Pemotor
Pemerintah telah melakukan vaksinasi corona drive thru di Bali dn Jakarta. Hal ini untuk mempercepat proses dan menghindari kerumunan tak terkendali.
"Drive thru ini salah satu akselerasi kita kerjakan untuk mempercepat proses penyuntikan vaksinasi. Vaksinasi ini bisa menggunakan drive thru beberapa line mobil kemarin sudah kita terapkan di Bali," kata Wamenkes dr Dante Saksono.
Namun ke depan pemerintah akan membuka vaksinasi drive thru bagi pengguna sepeda motor. "Nah proses akselerasi-akselerasi juga modifikasi seperti ini akan juga jalan, baik itu drive dengan menggunakan mobil maupun drive thru dengan menggunakan motor," tuturnya.
Hanya saja, Dante tidak merinci kapan vaksinasi drive thru dengan motor ini dimulai. Tetapi tetap targetnya adalah kelompok sesuai dengan sasaran yang telah pemerintah tetapkan.
