Kabar Baik Corona: Zona Merah di Jatim Turun; Kematian di Jakarta 2 Orang

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 5 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona. Foto: Maulana Saputra/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memperbarui data situasi pandemi COVID-19 di Indonesia pada Kamis (26/8).

Kasus konfirmasi corona yang dilaporkan Kamis (26/8) bertambah sebanyak 16.899 kasus. Hasil ini diperoleh dari pemeriksaan 205.774 spesimen atau 128.623 orang yang diperiksa.

Kabar baiknya, penambahan kasus meninggal kini berada di bawah 1.000. Tepatnya hari ini sebanyak 889 orang dilaporkan meninggal dunia. Dengan tambahan ini, kematian sudah mencapai 130.182 kasus meninggal.

Selain kabar baik tadi, ada sejumlah kabar terbaru penanganan virus corona di Indonesia. Apa saja itu, berikut rangkuman beritanya:

Gubernur Jabar Ridwan Kamil meninjau Rumah Sakit darurat COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD), Hegarmanah, Bandung, Jawa Barat, Selasa (12/1). Foto: Dok. Pemprov Jawa Barat

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jabar Turun Jadi 20,95%

Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit Jawa Barat (Jabar) turun sejak diberlakukannya PPKM mulai 3 Juli 2021.

Berdasarkan data per Kamis (25/8), tingkat BOR di rumah sakit rujukan corona Jabar berada pada angka 20,95 persen. Pada 15 Agustus, BOR di Jabar mencapai 32 persen.

"BOR Jabar terus turun, per 25 Agustus kemarin sudah 20,95 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Nina Susana Dewi, Kamis (26/8).

Ia menambahkan, turunnya BOR juga disertai dengan penurunan kasus aktif corona. Di lain sisi, tingkat kesembuhan naik secara signifikan mencapai 91,94 persen.

"Kalau dilihat dari dalam dua bulan terakhir BOR terus menurun. Data per tanggal 24 Agustus memperlihatkan kasus aktif menurun, angka sembuh meningkat dengan tingkat kesembuhan 91,94 persen," ucap dia.

Nina menilai turunnya BOR dan kasus aktif disertai dengan naiknya angka kesembuhan corona menjadi bukti keberhasilan PPKM karena masyarakat patuh.

"Kondisi ini menandakan salah satu bukti keberhasilan kepatuhan masyarakat terhadap PPKM," kata dia.

Meski secara rata-rata BOR turun, Nina menegaskan, ada sejumlah wilayah yang tingkat keterisiannya masih tinggi.

"BOR COVID-19 yang masih tinggi per tanggal 25 Agustus, yaitu Kota Banjar 50,7 persen, Ciamis 41,3 persen, Tasikmalaya 38,6 persen, Cianjur 35,5 persen dan Bandung Barat 31,3 persen," pungkasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau rumah warga yang rusak akibat gempa magnitudo 5,9SR di Kecamatan Talun, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (22/5/2021). Foto: Irfan Anshori/ANTARA FOTO

Zona Merah di Jatim Kini Tersisa 4 Kab/Kota

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kabar baik. Ia mengungkapkan, saat ini zona merah atau berisiko tinggi terhadap penyebaran COVID-19 di wilayahnya hanya tersisa empat daerah saja.

"Data tersebut berdasarkan update dari Satgas Penanganan COVID-19 Nasional sore ini. Dari 38 kabupaten/kota, empat yang masih berstatus zona merah," kata Khofifah dikutip dari Antara, Kamis (26/8).

Khofifah merinci empat kabupaten/kota tersebut yakni Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Blitar dan Kota Batu.

Sedangkan kabupaten/kota berstatus zona oranye atau berisiko sedang terdapat 25 daerah. Rinciannya adalah Kabupaten Jombang, Kabupaten Madiun, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten pasuruan, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Mojokerto.

Kemudian ada Kota Blitar, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Banyuwangi, Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember, Kabupaten Magetan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Tulungagung, Kota Malang dan Kota Madiun.

Selanjutnya, kabupaten/kota berstatus zona kuning atau berisiko rendah ada sembilan daerah, yaitu Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep, Kota Pasuruan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Tuban, Kabupaten Pamekasan serta Kabupaten Situbondo.

Khofifah menambahkan, saat ini terjadi penurunan tingkat keterisian di rumah sakit atau bed occupancy ratio/BOR baik dari RS statis, RS darurat COVID-19 maupun rumah isolasi.

Kondisi BOR COVID-19 di Jatim pada 3 Juli 2021 dibandingkan pada 24 Agustus 2021 mengalami penurunan.

Rinciannya, BOR ICU RS dari 78 persen menjadi 51 persen, BOR Isolasi RS dari 81 persen menjadi 29 persen, BOR RS Darurat dari 69 persen menjadi 28 persen dan BOR Rumah Isolasi dari 50 persen menjadi 26 persen.

"Artinya, BOR ICU RS turun 27 persen, BOR Isolasi RS turun 52 persen, BOR RS Darurat turun 41 persen, dan BOR Rumah Isolasi turun 24 persen," ujarnya.

Meski ada penurunan, Khofifah berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat. Hal ini agar semakin banyak daerah zona berisiko rendah.

"Bahkan, harapan kita semua segera ada zona hijau atau tak berisiko (terkendali). Sekali lagi, terapkan protokol kesehatan secara ketat," kata gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.

Warga berziarah di dekat pusara keluarganya di area pemakaman khusus COVID-19 di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (27/7). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Kematian Pasien Corona di Jakarta 2 Orang, Terendah Sejak Mei

Kasus corona harian di Jakarta dalam beberapa hari terakhir sudah mulai menunjukkan penurunan yang signifikan dalam sepekan ini. Salah satunya yakni angka kematian yang semakin turun per harinya.

Dikutip dari situs corona.jakarta.go.id, angka kematian COVID-19 di Jakarta terus konsisten di bawah 30 orang per harinya mulai 20-26 Agustus 2021. Hari ini Kamis (26/8) angka kematian COVID-19 di Jakarta mencapai 2 orang.

Angka kematian tersebut adalah terendah sejak Mei 2021. Pada 5 Mei 2021 angka kematian juga pernah mencapai 2 orang per harinya. Bahkan pada 14 Mei 2021, angka kematian 0 kasus.

Kemudian, dalam sepekan terakhir kematian tertinggi terjadi pada 22 Agustus yang mencapai 21 orang. Sedangkan angka kematian terendah terjadi pada hari ini 26 Agustus yang mencapai 2 orang.

Pelaksanaan screening testing Swab Antigen di Posko Checkpoint Exit Tol Cibatu arah Jakarta, Minggu (16/5). Foto: Instagram/@dishubdkijakarta

Berikut data kematian COVID-19 di Jakarta per 20-26 Agustus:

20 Agustus: 11 orang

21 Agustus: 20 orang

22 Agustus: 21 orang

23 Agustus: 20 orang

24 Agustus: 10 orang

25 Agustus: 11 orang

26 Agustus: 2 orang