Kabar Baik untuk ASN DKI, Tak Ada Potongan Tunjangan untuk Tangani Corona

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah PNS lingkup Pemprov DKI Jakarta berjalan memasuki ruang dinasnya saat hari pertama masuk kerja usai libur lebaran di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah PNS lingkup Pemprov DKI Jakarta berjalan memasuki ruang dinasnya saat hari pertama masuk kerja usai libur lebaran di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/5/2021). Foto: M Risyal Hidayat/Antara Foto

Pemprov DKI Jakarta harus menghadapi kondisi pandemi corona yang jauh lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Semua fasilitas tengah dimaksimalkan untuk melayani pasien corona.

Namun, ada kabar baik bagi ASN di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, setidaknya sampai Juli ini tidak ada rencana pemotongan atau pengalihan dana tunjangan ASN untuk penanganan corona.

“Enggak-nggak. Alhamdulillah sejauh ini aman. Jangan takutin ASN lagi,” ujar Anies usai memeriksa mobil vaksinasi keliling di Balai Kota Jakarta, Kamis (8/7).

kumparan post embed

Seperti diketahui, tahun lalu Jakarta sangat membutuhkan anggaran untuk penanganan COVID-19 terutama untuk penyaluran bansos bagi rakyat terdampak pandemi. Akhirnya Anies me

Anies menjelaskan tahun lalu telah menggeser alokasi anggaran untuk gaji ASN yang digunakan untuk bantuan sosial.

“Tidak biasa terjadi di mana aparatur sipil negara gaji bulanannya dipotong. Tapi tahun lalu, kita harus mengambil keputusan, memberikan bansos untuk 1,6 juta keluarga atau memberikan uang yang sama untuk 60 ribu ASN,” ungkapnya.

Anies Baswedan membuka vaksinasi untuk Anak di Jakarta. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Sebagaimana diketahui, tahun lalu Pemprov DKI mengalihkan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk pemberian bansos warga yang terdampak. Besaran anggaran tersebut sama dengan 25 persen anggaran tunjangan kinerja daerah (TKD) para ASN DKI.

"Pilihannya uang rakyat Rp 2 triliun itu diterima 63 ribu ASN atau diterima 1,2 juta rakyat prasejahtera di Jakarta. Kita pilih buat Rp 2 triliun itu untuk rakyat prasejahtera di Jakarta," kata Anies saat itu.