Kabar Corona Dunia: Chile Siapkan 2 Ribu Kuburan hingga 4 Juta Gadis Nikah Dini

Warga dunia masih diselimuti wabah corona. Lebih dari 200 negara masih mengalami pandemi ini. Berbagai peristiwa dan terkait corona terjadi hari ini.
kumparan telah merangkum sejumlah peristiwa di dunia terkait corona, mulai dari ancaman Amerika Serikat putuskan hubungan dengan China karena corona hingga ketua suku Amazon di Brasil yang meninggal karena corona.
Berikut rangkumannya:
4 Juta Gadis di Seluruh Dunia Terancam Nikah Dini karena Pandemi Corona
Sebanyak 4 juta gadis di dunia kini terancam melangsungkan pernikahan dini dalam dua tahun ke depan imbas pandemi virus corona.
Diberitakan Reuters, hal ini diungkapkan oleh lembaga amal World Vision. Dasar mereka, krisis imbas corona dipercaya akan membuat angka kemiskinan bertambah. Alhasil, para orang tua akan menikahkan anak perempuan mereka untuk mengurangi beban hidup.
“Ketika Anda berada dalam masa krisis seperti perang, bencana alam atau pandemi, tingkat pernikahan anak selalu meningkat,” ujar ahli pernikahan anak di World Vision, Erica Hall, Jumat (15/5).
“Jika kita tidak mulai berpikir bagaimana menghindari hal ini, maka akan terlambat selamanya. Kita tidak bisa menunggu pandemi ini selesai lebih dulu, baru memikirkannya,” lanjutnya.
Risiko pernikahan dini semakin meningkat seiring dengan ditutupnya sekolah. Organisasi yang melawan pernikahan dini pun kesulitan beroperasi imbas lockdown.
Selama pandemi, anak-anak perempuan juga akan kesulitan mengakses layanan kesehatan reproduksi. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan kehamilan dalam usia remaja sehingga dipaksa untuk menikah.
Ketua Suku di Amazon yang Meninggal karena Corona
Virus corona tak memandang golongan, suku, dan jabatan. Virus mematikan ini bisa menyerang siapa saja. Seorang kepala suku di Kota Manaus, wilayah Amazon, Brasil, meninggal dunia akibat komplikasi yang disebabkan virus corona atau penyakit COVID-19, Rabu (13/4) waktu setempat. Kepala suku tersebut bernama Messias Kokama (53) dari suku Kokama.
Dilansir Reuters, Jumat (15/5), Messias dalam wasiatnya, meminta masyarakat untuk bernyanyi dan menari di pemakamannya sebagai ritual selamat tinggal, agar tak berlarut dalam kesedihan.
Masyarakat suku Kokama dan pelayat pun tetap menghadiri ritual pemakaman itu dengan mengenakan masker, sarung tangan, dan sebagian memakai ornamen kepala khas suku di Amazon.
Mereka menari dan menyanyikan lagu kebangsaan Brasil dengan bahas Tikuna, salah satu dari 14 bahasa asli yang dituturkan masyarakat pinggiran Manaus. Manaus merupakan tempat tinggal bagi 2.500 keturunan dari 35 suku di Amazon, termasuk suku Kokama.
Meski masyarakat diminta ikhlas melepaskan Messias, namun tak sedikit yang merasa terpukul atas kepergian mendadak kepala suku ini.
“Kami kehilangan seorang kepala pemberani yang berjuang untuk membentuk model masyarakat adat dengan pendidikan dan layanan berkualitas,” kata Vanderlecia Ortega, seorang perawat pribumi yang sempat membantu merawat Messias hingga dibawa ke rumah sakit.
Otoritas kota telah membuat pengecualian agar suku Kokama berkumpul untuk memberi penghormatan terakhir kepada Messias. Usai proses ini, jenazah segera dimakamkan secara kolektif di pemakaman khusus pasien positif virus corona.
Jenazah dan peti mati Messias disemayamkan terlebih dulu di sebuah sekolah yang belum selesai dibangun. Sekolah itu adalah wujud perjuangan Messias bagi anak-anak sukunya untuk mengenyam pendidikan.
Komunitas pun memutuskan sekolah itu akan diberi nama Messias Kokama sebagai bentuk penghormatan.
Suku Kokama mendiami hutan hujan Amazon yang tersebar di Peru, Kolombia, dan Brasil. Sebagian telah berpindah ke daerah yang lebih modern seperti di Kota Manaus untuk mencari kehidupan yang lebih baik.
Antisipasi Lonjakan Kematian Kasus Corona, Chile Siapkan 2.000 Kuburan
Pemerintah Chile menyiapkan sekitar 2.000 kuburan di ibu kota Santiago bagi pasien positif corona yang meninggal. Direktur Pemakaman Chile, Rashid Saud, mengatakan langkah tersebut sebagai antisipasi lonjakan kasus kematian corona. Sebab penambahan kasus positif corona di Chile melonjak pada minggu ini.
Tercatat sebelum ada pelonjakan, kasus positif corona di Chile bertambah sekitar 350 hingga 500 setiap harinya. Namun pada Rabu (13/5) kasus positif melonjak jadi 2.600 pasien dalam 24 jam. Jumlah yang hampir sama juga terjadi pada Kamis (14/5).
"Kami menyadari bahwa ini adalah momen bersejarah dan bahwa kami mungkin perlu lebih banyak kuburan, karena kami melihat apa yang terjadi di negara lain," kata Rashid Saud seperti dilansir AFP.
Rashid Saud menyatakan, pihaknya perlu menyiapkan langkah antisipasi seperti yang dilakukan negara lain meski angka kematian corona di Chile baru mencapai 368 orang, sejak kasus pertama muncul 3 Maret.
"Kita harus membandingkannya dengan negara-negara lain yang telah menyiapkan kuburan massal. (Dan) dengan negara-negara yang terdapat jenazah pasien corona yang dibiarkan di jalan-jalan hingga mayat membusuk di truk. Itulah yang ingin kita hindari dan mudah-mudahan kita tidak perlu menggunakannya," ucapnya.
Sementara itu Kepala Serikat Pekerja Pekuburan Chile, Luis Yevenes, prihatin dengan situasi di kota-kota di Chile lainnya yang kekurangan lahan pemakaman. Seperti di Valparaiso, Vina del Mar, Concepcion, dan Talcahuano.
Trump Ancam Putus Hubungan dengan China karena Corona
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap China. Kali ini, Trump mengatakan tidak ingin berbicara lagi dengan Presiden China, Xi Jinping dan mengancam akan memutus hubungan dengan negeri Tirai Bambu itu.
Diketahui ketegangan antara Washington dan Beijing terus meningkat mengenai asal usul virus corona. Trump menuding virus corona berasal dari lab di Wuhan. Namun China dengan tegas membantahnya.
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik (dengan Xi), tetapi saya hanya, saat ini saya tidak ingin berbicara dengannya," kata Trump kepada Fox Business seperti dilansir AFP, Kamis (14/5) waktu setempat.
"Saya sangat kecewa kepada China," kata Trump menegaskan.
Saat ditanya bagaimana AS akan membalas kekecewaan itu, Trump tidak memberikan jawaban spesifik. Ia hanya menyatakan kemungkinan memutus seluruh hubungan dengan China.
"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa melakukan sesuatu. Kita bisa memutuskan seluruh hubungan."
"Jika kamu melakukannya, apa yang akan terjadi?" Trump bertanya. "Anda akan menghemat USD 500 miliar jika Anda memutuskan seluruh hubungan." kata Trump menjawab pertanyaannya sendiri.
Anggap Virus Corona Konspirasi, 2.000 Orang di Bulgaria Demo Tolak Lockdown
Sebanyak 2.000 orang menggelar demo menolak lockdown di depan gedung parlemen di Sofia, Bulgaria, pada Kamis (14/5) waktu setempat. Dalam demo tersebut, 8 orang di antaranya ditangkap.
Dilansir AFP, Jumat (15/4), demonstrasi yang dilakukan kelompok sayap kiri radikal Vazrazhdane ini merupakan pertemuan massa pertama sejak Bulgaria menetapkan keadaan darurat pada 13 Maret hingga 14 Juni.
Penetapan status darurat kesehatan itu menggantikan lockdown yang telah dicabut secara bertahap sejak minggu lalu. Namun status darurat itu memiliki efek serupa dengan lockdown.
Kementerian Dalam Negeri Bulgaria mengatakan, 8 demonstran ditahan karena berbagai alasan dan mengecam demo tersebut sebagai "pelanggaran brutal terhadap tindakan anti-epidemi.
Dalam demo itu, sempat terjadi bentrok antara demonstran dengan polisi. Mereka juga meneriakkan 'mafia', 'mundur', dan 'pembunuh'.
Tak berhasil masuk ke gedung parlemen, para demonstran kemudian pindah untuk memblokir lalu lintas di beberapa jalan.
Beberapa dari mereka yang berkumpul menganggap virus corona sebagai "berita palsu" dan "konspirasi internasional". Sementara yang lain membawa slogan-slogan yang mengecam pendiri Microsoft Bill Gates, miliarder Hungaria-Amerika George Soros dan pembangunan jaringan 5G.
Sejauh ini, Bulgaria yang berpenduduk kurang dari 7 juta jiwa mengklaim telah lolos dari pandemi terburuk, dengan total 2.100 kasus positif dan 99 kematian.
Adapun penerapan pembatasan di Bulgaria tidak seketat di tempat lain. Orang-orang masih diizinkan meninggalkan rumah mereka kapan saja. Namun mereka dilarang keluar kota tanpa alasan yang kuat.
Namun semenjak lockdown mulai dilonggarkan, orang-orang sudah diizinkan keluar kota. Restoran, bar, kafe, dan bahkan kolam renang dan bioskop boleh kembali beroperasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
