Kabar Corona Dunia: Varian B117 Tak Picu Penyakit Berat; Duterte Ogah Divaksin

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas saat melakukan tes antigen di luar Stadion Azteca di Mexico City, Meksiko. Foto: Henry Romero/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Petugas saat melakukan tes antigen di luar Stadion Azteca di Mexico City, Meksiko. Foto: Henry Romero/Reuters

Kasus virus corona di dunia sudah mencapai ratusan orang. Bahkan sejumlah negara yang tadinya sempat berhasil mengendalikan laju penularan corona harus kembali memperketat pembatasan karena mengalami third wave atau gelombang ketiga.

Amerika Serikat masih menduduki posisi pertama jumlah kasus corona terbanyak, dengan total sekitar 31 juta kasus. Sementara India kini menjadi negara kedua dengan jumlah kasus terbanyak, dengan total sekitar 14 juta kasus.

Agar segera keluar dari pandemi ini, program vaksinasi terus dilakukan di berbagai negara. Demikian pula dengan produksi vaksin corona yang terus digenjot hingga saat ini.

Bagaimana perkembangan corona dunia lebih lanjut? Berikut kabar corona dunia yang telah kumparan rangkum:

Hasil Studi Sebut Varian Corona Inggris Tidak Picu Penyakit Berat

Petugas medis membawa pasien virus corona dari ambulans menuju rumah sakit S Thomas di London, Inggris. Foto: REUTERS/Hannah McKay

Sebuah studi baru menyatakan varian corona Inggris atau B117 tidak menyebabkan penyakit akut bagi pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Studi baru tersebut dirilis di jurnal medis The Lancet pada Senin (12/4).

Sebagaimana diketahui, varian Inggris atau B117 ditemukan akhir 2020. Varian ini menjadi strain paling umum di Amerika Serikat.

Terkait berbagai fenomena tersebut, sebuah studi dilakukan untuk menganalisa 496 pasien COVID-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit di Inggris pada November sampai Desember 2021.

Studi tersebut mengungkap, mereka yang terinfeksi varian B117 risiko menderita penyakit akut, kematian atau hasil klinis lain tak beda dengan varian lain.

Arab Saudi Izinkan Umrah Satu Kali Selama Ramadhan

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa jemaah hanya akan diberikan izin melakukan umrah satu kali selama bulan suci Ramadhan.

"Namun, jemaah dapat memperoleh izin untuk melakukan semua salat wajib lima waktu di Masjidil Haram di Makkah setiap hari sepanjang bulan puasa," kata Kementerian Haji dan Umrah Saudi dalam sebuah pernyataan di akun Twitter-nya.

Jemaah umrah dari Pakistan di Masjid Nabawi, di Madinah, Arab Saudi. Foto: Kementerian Haji Arab Saudi

Dalam aplikasi Eatmarna dari kementerian mengungkapkan, jemaah haji yang memperoleh izin umrah tidak dapat mengajukan izin umrah lagi sebelum izin pertama berakhir.

Para peziarah juga dapat mengajukan izin melaksanakan salat wajib di Masjidil Haram. Jemaah akan diberikan izin salat lima waktu selama satu hari. Izin yang dikeluarkan tidak bisa lebih dari satu hari.

Yunani Akan Terima 33.600 Ribu Dosis Vaksin Johnson & Johnson Tahap Pertama

Yunani akan menerima 33.600 dosis vaksin Johnson & Johnson tahap pertama untuk melawan COVID-19 pada Rabu (14/4). Setelah menerima vaksin, Yunani akan mulai melakukan vaksinasi pekan depan.

Ilustrasi vaksin corona Johnson & Johnson. Foto: Shannon Stapleton/REUTERS

Pernyataan Yunani itu muncul ketika perusahaan AS mulai mengirimkan vaksinnya ke negara-negara di seluruh Uni Eropa (UE).

"Kami akan menerima 33.600 dosis pertama dari vaksin dosis tunggal oleh Johnson & Johnson pada Rabu, 14 April," kata sekretaris jenderal yang bertanggung jawab atas vaksinasi negara itu, Marios Themistocleous.

Sejauh ini, Yunani telah melakukan vaksinasi kepada lebih dari 2 juta dari 11 juta penduduknya dengan satu suntikan vaksin Pfizer, AstraZeneca atau Moderna. Yunani mengharapkan 1,3 juta dosis vaksin Johnson & Johnson tambahan pada bulan Juni.

Alasan Presiden Filipina Ogah Divaksin COVID-19: Lansia Sudah Tidak Produktif

Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: REUTERS/Eloisa Lopez

Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan melepaskan kesempatan untuk disuntik vaksin COVID-19. Menurut pemimpin kontroversial tersebut, lansia sepertinya tak seharusnya jadi prioritas.

Apa yang dilakukan Duterte berbeda dengan pemimpin dunia lain. Sebab, para pemimpin dunia lain hampir seluruhnya menjadi orang pertama menerima vaksin di negara masing-masing.

"Saya akan melepaskan kesempatan ini. Siapa saja yang mau mengambil slot saya, saya akan berikan," kata Duterte.

"Mari utamakan kepada, mereka yang menerima vaksin adalah mereka yang akan hidup dan hidup produktif. Mayoritas lansia tidak lagi produktif," kata pria 76 tahun itu.