Kabar dari Eropa: Narkoba Mengubahmu Jadi Zombie, Pengemis Diberantas

Narkoba sintetis ini mengubah penggunanya menjadi zombie, mondar-mandir dalam slow motion seperti mayat hidup, mengalami halusinasi, psikosis, dan paranoia.
Itulah sebagian dampak dari narkoba jenis ganja sintetis yang beken disebut Spice, dengan kandungan tetrahydrocannabinol (THC) dari bahan kimia, meniru zat psikoaktif THC dalam ganja alami. Karena dampaknya itu, narkoba ini juga dijuluki zombiedrug.
Ketika pertama kali muncul di Inggris, narkoba ini sering disebut memiliki efek mirip ganja, namun para ahli telah menjabarkan bahwa perbandingan seperti itu sangat berbahaya karena dampak narkoba sintetis ini jauh lebih ekstrim dan tak terduga, demikian The Guardian dikutip kumparan Den Haag (kumparan.com), Selasa (11/4/2017).
"Wabah zombie" akibat narkoba sintetis Spice itu kini cukup meresahkan kota Manchester. Alun-alun Piccadilly Gardens di kota itu menjadi episentrum para pecandu yang cukup merepotkan petugas ambulans dan polisi setempat. Sepanjang akhir pekan saja terjadi 58 insiden berujung penangkapan, 23 insiden memerlukan ambulans.
Sita Hasil Mengemis
Kabar menarik lainnya dari Eropa datang dari Belgia. Pemerintah kota Antwerpen, Belgia, akan bersikap lebih keras terhadap para pengemis di kota itu. Polisi diberi kewenangan untuk bisa menyita uang penghasilan dari mengemis.
"Dengan kebijakan itu Antwerpen berharap bisa mereduksi aktivitas pengemis yang diorganisir oleh kelompok kriminal di belakangnya," ujar walikota Bart De Wever kepada harian De Standaard, Selasa (11/4/2017).
Petugas terutama mengincar para pengemis yang terus menempel pengunjung kota itu. Mereka terutama beroperasi di perempatan jalan, seringkali menggendong anak kecil, atau berpenampilan cacat fisik, untuk menggugah rasa iba demi uang.
Wali kota menilai ada kartel kejahatan terorganisir yang mengerahkan para pengemis itu. "Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan mengemis, tapi perdagangan manusia," tegas Walikota De Wever.
Laporan dari reporter kumparan di Den Haag Eddi Santosa
