Kabar Gembira! Obat Gratis Telemedicine Bisa Diakses Warga Bodetabek Pekan Ini

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah milik warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar di RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, Bandung. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung
zoom-in-whitePerbesar
Rumah milik warga yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi warga sekitar di RW 1 Kelurahan Kacapiring Kecamatan Batununggal, Bandung. Foto: Dok. Humas Pemkot Bandung

Pemerintah memberi perlindungan bagi masyarakat positif corona yang sedang isoman dengan menggratiskan obat. Obat ini dapat dipesan melalui telemedicine.

Menkes Budi Gunadi Sadikin memastikan layanan obat gratis via telemedicine bisa diakses warga Jabodetabek mulai pekan ini. Kemudian dilanjut di kota-kota besar.

Jakarta sudah mulai sebagai pilot project. Berikutnya, Bodetabek.

"Rencananya minggu ini akan kita buka ke seluruh Jabodetabek karena kiat lihat sistemnya sudah jalan dan kita akan replikasi ke ibu-ibu kota provinsi," jelas Budi Gunadi dalam raker bersama Komisi IX DPR secara virtual, Selasa (13/7).

kumparan post embed
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/2). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO

Menurutnya, sistem pemberian obat gratis ini sudah berjalan cukup baik di DKI Jakarta. Ia memastikan permintaan obat dari masyarakat yang isoman terus meningkat.

"Untuk obat untuk intervensi jalur konvensional kita sudah kerja sama dengan telemedicine, begitu diperiksa obat langsung dikirim, memang naik hari pertama dikirim 20, besoknya dikirim 200, sekarang saya sudah lihat 2.000 per hari. Jadi kalau ada orang yang kena, di DKI pilot project, kita langsung krim obatnya ke mereka asal mereka sudah positif di tes PCR," ujarnya.

11 platform telemedicine yang bisa diakses yaitu: Alodokter, GetWell, Good Doctor, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, dan YesDok. Konsultasi gratis, obat-obatan pun sama dari Kemenkes.

Ilustrasi telemedicine gratis. Foto: Shutter Stock

Sementara bagi wilayah-wilayah yang jauh dari akses telemedicine, Budi Gunadi memastikan penyaluran obat dibantu TNI. Puskesmas pun akan terbantu dalam penyaluran obat ke rumah masyarakat yang isoman.

"Selain (diantar) puskesmas nanti langsung di drop, Babinsa langsung ke tempat-tempat yang butuh, alurnya sama di lab dulu (hasil) positif, kalau tadi konsul ke telemedicine ini ke puskesmas, nah obatnya langsung dikirim gratis," rinci Budi Gunadi.

"Puskesmas sebenernya sudah jalan seperti itu tapi puskesmas kerjaannya banyak sekali. Dia mesti tracing, vaksinasi segala macam jadi pengiriman obatnya dilakukan TNI-Polri," imbuhnya.

Ilustrasi obat-obatan yang harus dibawa ketika traveling. Foto: Shutter Stock

Meski demikian, Budi Gunadi menegaskan penggunaan obat terapi corona harus berdasarkan resep dan kebutuhan, jangan menyimpan stok di rumah.

Obat ini yang jadi masalah semua orang pingin punya obat di rumah padahal obat ini harusnya dipakai buat resep.

-Menkes Budi Gunadi.

"Diberikan juga di RS, jadi kalau obat ini distok di rumah, saya tahu ini menimbulkan kenyamanan tapi ini mengurangi 1 orang untuk dapat akses dan bisa mati," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPCPEN yang juga Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan memastikan 300 ribu paket obat gratis mulai dikirim ke pasien OTG dan gejala ringan yang sedang isoman mulai Rabu (14/7). Hal ini sesuai arahan Presiden Jokowi.

Berikut daftar obat yang diberikan gratis saat isolasi mandiri:

Untuk OTG:

Multivitamin: C, B, E, dan Zinc: 1 x 1 dosis, 10 buah

Untuk Gejala Ringan:

Multivitamin: C, B, E, dan Zinc: 1 x 1 dosis, 10 buah

Azitromicin 500 mg: 1 x 1 dosis, 5 buah

Oseltamivir 75 mg: 2 x 1 dosis, 14 buah

Paracetamol tab 500 mg: takaran dosis sesuai keperluan, 10 buah