Kabar Terbaru dari Garut Soal Nasib 6 Pemuda Palembang yang Hilang Sejak 2017

kumparanNEWSverified-green

comment
16
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng. Foto: kumparan

Polres Garut akhirnya buka suara terkait misteri hilangnya 6 pemuda asal Palembang pada tahun 2017.

Kasatreskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng mengatakan keluarga salah satu pemuda itu pernah datang ke Polres Garut.

Maradona lupa tahun berapa keluarga pemuda yang bernama Kevin Kenzona itu datang. Namun, jika dirunut urutan peristiwa hilangnya Kevin dan 5 orang temannya, kemungkinan mereka datang ke Polres Garut pada tahun 2017.

Kevin dan 5 orang temannya dilaporkan hilang kontak dengan keluarga pada September 2017.

Menurut Maradona keluarga pemuda tidak membuat lapoan kehilangan di Polres Garut. Keluarga itu hanya meminta bantuan ke Polres Garut untuk mengecek alamat tempat menginap terakhir 6 pemuda asal Palembang yang hilang.

Kevin Kenzona, anak asal Palembang yang hilang tiga tahun lalu. Foto: Dok. Nadya Syavira

"Memang beberapa tahun lalu sempat ada keluarga yang datang ke Polres, minta tolong ke kita untuk mengecek salah satu alamat yang diduga pernah didatangi oleh rombongan warga dari Palembang," kata Maradona, Jumat (15/5).

Alamat yang dimaksud adalah rumah pengusaha kulit asal Palembang di kawasan Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang, Kecamatan Garut Kota.

Saat disambangi ke kawasan Sukaregang, alamat rumah pengusaha kulit yang dimaksud tidak ada alias palsu.

Sayangnya, Maradona lupa nama alamat yang dimaksud keluarga dengan yang dicari polisi. Lebih lanjut Maradona juga mengatakan pada saat itu, keluarga hanya melaporkan kehilangan Kevin dan teman-temannya ke polisi di Jakarta.

Sebelumnya, viral di media sosial kisah tentang 6 pemuda asal Palembang yang hilang di Pulau Jawa saat liburan kuliah. Salah satu dari 6 pemuda itu bernama Kevin Kenzona.

embed from external kumparan

Adik kandung Kevin, Nadya Syavira, mengatakan Pada 6 September 2017, abangnya, yang waktu itu berumur 17 tahun, terbang dari Palembang ke Bandara Soekarno Hatta. Kevin bersama dengan 5 orang temannya ingin mengisi liburan kuliah. Mereka berasal dari desa yang sama, Rawa Bebek, Kalidoni, Palembang, Sumsel.

"Setelah sampai, [mereka] langsung ke Tangerang, ke rumah tante saya. Untuk meminjam kendaraan, masing-masing kendaraan untuk dua orang, jadi 3 motor," ucap adik kandung Kevin, Nadya Syavira (18) kepada kumparan, Rabu (13/5).

Syavira menambahkan, Kevin mengendarai Honda Vario. Sementara itu, dua teman lainnya adalah Jupiter MX dan N-Max. Mereka mengelilingi sejumlah wilayah di Jabar, seperti Cirebon, Bandung, Pandeglang, dan Garut.

"Pada 14 September 2017, [mereka] ke rumah pengusaha kulit asal Palembang di Garut untuk menginap, bukan di rumahnya. Tapi di rumah karyawan," tambah Nadya.

Paginya, 15 September 2017, Kevin mengabari keluarganya akan kembali pulang ke Palembang. Ia menelepon ibunya soal rencananya itu.

"Ini sudah mulai di jalan, Agam (nama sapaan Kevin) nak (akan) balik Ma," ujar Nadya menirukan ucapan kakaknya.

Kalimat itu ternyata menjadi ucapan terakhir yang diterima keluarga. Sejak saat itu, tak ada lagi kabar dari Kevin. Hingga kini, keberadaan Kevin masih belum diketahui.

"Sebelum Jumat (14/9/2017) sebelum salat Jumat, ngabarin. Setelah itu HP-nya tidak aktif. Sabtu (15/9/2017) masih tak aktif. Mereka belum pulang," kenang Nadya.

Setelah seminggu tak ada ada kabar, keluarga Kevin dan 5 temannya terbang ke Jabar. Mereka menghubungi kepolisian di Garut. Kini tiga tahun sudah. Kevin dan 6 orang temannya belum juga ditemukan.

kumparan post embed

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.