Kabar Terbaru soal Cemaran Cesium-137 di Cikande

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Personel Gegana Brimob Polri melakukan dekontaminasi terhadap kendaraan yang terkontaminasi cemaran Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (7/10/2025). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Personel Gegana Brimob Polri melakukan dekontaminasi terhadap kendaraan yang terkontaminasi cemaran Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (7/10/2025). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO

Badan Keamanan Pangan dan Obat atau Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat atau setara BPOM bersurat ke Indonesia menyusul produk udang beku terkontaminasi radioaktif cesium (Cs-137).

Temuan ini diketahui berasal dari udang-udang di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang.

Bagaimana peristiwa ini terjadi? Berikut rangkumannya:

FDA Surati Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, surat itu berisi permintaan pengawasan keamanan pangan dilakukan di seluruh Pulau Jawa dan sebagian Pulau Sumatera.

FDA berharap Indonesia memastikan seluruh produk pangan yang diekspor, terutama udang beku wajib tersertifikasi aman untuk dikonsumsi.

"Sementara sudah keluar lagi FDA Amerika. FDA mengatakan dari satu Pulau Jawa dan sebagian Sumatera mereka minta mengarahkan mengawasi itu (keamanan pangan), kalau tidak certified, artinya (Indonesia) tidak mengikuti langkah-langkah (keamanan pangan)," katanya saat memberikan sambutan dalam rangkaian pertemuan The 32nd Annual Meeting of the Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT32) di Bali, Senin (6/10).

Wahyu Trenggono menjelaskan, Indonesia saat ini sedang berusaha meyakinkan seluruh produk ikan beku terbebas dari kontaminasi zat berbahaya, termasuk cesium. Indonesia juga sudah menghentikan kegiatan perusahaan udang beku di kawasan industri modern di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

"Kita harus meyakinkan market di Amerika khususnya, supaya seluruh produk perikanan kita yang menuju ke sana kita sudah pastikan bahwa itu terbebas dari kontaminasi yang dilarang, termasuk cesium di antaranya," katanya.

BRIN: 9 Orang Terpapar Radioaktif Cesium Diberikan Obat Prussian Blue

Proses dekontaminasi radioaktif Cesium-137 (C-137) di kawasan Cikande, Kabupaten Serang. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 9 orang terpapar radioaktif Cesium-137 dari udang-udang di Cikande, Serang, Banten. Kondisinya masih mendapat perawatan di RS Fatmawati dan mulai membaik.

Peneliti Ahli Utama pada Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Prof Djarot S Wisnubroto, mengungkap penanganan apa yang diberikan ke warga-warga yang terpapar tersebut.

"Penanganan itu pakai obat prussian blue. Ini suatu obat untuk mengambil sesuatu di dalam tubuh kemudian dikeluarkan bersama feses atau kotoran manusia," kata Djarot pada Selasa (7/10).

"Ini metode standar," sambung dia.

Kata dia, hal ini pernah dilakukan saat terjadi kejadian serupa di perumahan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional). Di mana, sejumlah warga terpapar Cesium.

"Kami tahun 2020 di perumahan BATAN indah yang mirip tapi skala lebih kecil, ada beberapa orang warga terkena radiasi Cesium," tutur dia.

Warga Cikande yang Dekat Lokasi Radiasi Cesium-137 Akan Direlokasi Sementara

Proses dekontaminasi radioaktif Cesium-137 (C-137) di kawasan Cikande, Kabupaten Serang. Foto: Dok. Istimewa

Warga yang berada di sekitar titik radiasi Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, akan direlokasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Relokasi ini dilakukan hingga proses dekontaminasi selesai.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

“Memang kita harus lokalisir masyarakat, dilakukan pemindahan dulu sampai dekontaminasinya selesai dilakukan,” ujar Hanif di Kabupaten Serang, Selasa (7/10) dikutip dari Antara.

KLH Tegaskan Cesium-137 yang Ditemukan di Cikande Larut Air-Berpotensi Airborne

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq (kedua kiri) meninjau kendaraan yang terkontaminasi cemaran Cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (7/10/2025). Foto: Angga Budhiyanto/ ANTARA FOTO

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa zat radioaktif Cesium-137 yang ditemukan di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, memiliki sifat yang dapat larut dalam air dan berpotensi terbawa udara (airborne) apabila tidak dikendalikan dengan baik.

“Kalau ini sifatnya dia bisa larut ke air. Jadi sepanjang kita tidak melewati batas-batas yang kita perlukan, mudah-mudahan aman,” kata Hanif di Kabupaten Serang, Selasa (7/10), dikuti Antara.

Ia menjelaskan, karakteristik tersebut membuat pengawasan di lapangan harus dilakukan dengan sangat hati-hati, terutama saat musim hujan.

“Jadi kalau ini bisa larut ke air, penting untuk memastikan masyarakat tidak melewati batas-batas yang sudah ditentukan,” katanya.

Menurut Hanif, risiko penyebaran juga dapat terjadi melalui debu di area terpapar. Karena itu, petugas diminta menjaga agar paparan tidak menjadi airborne atau terbawa udara.

“Penggunaan hazmat diperlukan untuk mencegah airborne-nya paparan ini, supaya debu tidak terbawa angin,” jelasnya.