Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI

26 April 2021 6:00
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI (210055)
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemindahan WN dari India ke Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4). Foto: Polda Metro Jaya
Sebanyak 127 WN India masuk ke Indonesia pada 21 April 2021. Mereka tiba menggunakan pesawat charte di bandara Soekrano-Hatta, Tangerang.
ADVERTISEMENT
Masuknya WN India ke Indonesia memicu kontroversi dan perdebatan di tengah masyarakat. Sebab penularan COVID-19 di India terus memburuk akibat varian baru virus corona.
Belakangan terungkap beberapa dari WN India itu positif COVID-19. Mereka kemudian diwajibkan menjalankan isolasi di sejumlah hotel yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
Lantas bagaimana kabar terbaru dari masuknya WN India ke RI? Berikut kumparan rangkum:
Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI (210056)
zoom-in-whitePerbesar
Siti Nadia Tarmidzi, jubir vaksinasi corona dari Kemenkes. Foto: Dok. Setpres

Kemenkes Butuh 7-10 Hari untuk Ketahui WGS 12 WN India Positif COVID-19

Kasubdit Karantina Kesehatan Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Benget Saragih, mengatakan, 127 WNI India tiba di RI pada 21 April 2021. Mereka datang menggunakan pesawat jet QZ988XMMA-MAA dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 3 internasional.
ADVERTISEMENT
Setibanya di Indonesia, para penumpang langsung dites swab pertama. Hasil tes swab ini menunjukkan ada 9 orang yang dinyatakan positif COVID-19.
Namun menyusul laporan itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada penambahan 3 kasus positif corona dari 127 WN India yang masuk ke RI, sehingga totalnya menjadi 12 orang.
Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI (210057)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah aparat keamanan berkoordinasi di Hotel Holiday Inn Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (25/4/2021). Foto: Reno Esnir/Antara Foto
Kemenkes masih menunggu hasil whole genome sequencing (WGS) dari 12 WN India yang dinyatakan positif COVID-19. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah kasus positif tersebut memiliki varian corona baru.
Menurut Kemenkes, hasil WGS akan keluar dalam 7- 10 hari.
"12 (WN India) positif dan kita sedang periksa genom sekuensingnya. (Hasilnya keluar) 7-10 hari," kata Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi.
Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI (210058)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah polisi berjaga di sekitar Hotel Holiday Inn Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (25/4). Foto: Reno Esnir/Antara Foto

Penjagaan Ketat di Holiday Inn Gajah Mada, Tempat Karantina 126 WN India

Aparat keamanan berkoordinasi di Hotel Holiday Inn Jalan Gajah Mada, Jakarta, Penjagaan itu untuk memastikan 126 WN India yang baru tiba benar-benar melakukan isolasi mandiri.
ADVERTISEMENT
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, selain TNI dan Polri ada juga dari Kemenkes dan Satgas COVID-19.
Yusri mengatakan saat ini tim yang melakukan penjagaan di lokasi karantina Hotel Holiday Inn Gajah Mada Jakbar berjumlah 72 personel gabungan. Terdiri dari Polda, Polres dan Koramil.
Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI (210059)
zoom-in-whitePerbesar
Epidemiolog UI, Pandu Riono. Foto: Dok. Pribadi

Ahli Wabah: Tak Perlu Stigma WN India, Waspada dengan Semua WN dari Luar Negeri

Ahli Wabah UI, Pandu Riono, berpendapat, ratusan WN India yang masuk ke RI tidak perlu terlalu distigmakan membawa virus corona baru. Musababnya, warga negara lain juga bisa saja membawa varian baru corona dan harus diwaspadai.
"Kita nggak perlu menstigmakan WN India. Kita harus waspada dengan semua orang yang dari luar negeri. Memang sekarang India yang paling tinggi, tapi negara lain juga tinggi," kata Pandu.
ADVERTISEMENT
Tetapi, Pandu mengingatkan, virus corona maupun varian baru bisa datang dari mana saja, termasuk bermutasi di Indonesia sendiri. Sudah ada pengalaman bahwa varian baru virus corona B.1.1.7 asal Inggris justru dibawa oleh orang Indonesia yang datang dari Arab Saudi.
"Kesalahan besar kita mendiskriminasi, menstigmakan warga India. Siapapun (diwaspadai) gitu, lho. Waktu itu ditemukan (varian baru) itu yang dari Arab kan TKW. Jadi jangan panik sekarang banyak orang India," tutur dia.
"Ya, memang (dari India) ternyata ada yang bawa virus, tapi kan enggak banyak. Mereka kan ekonominya juga lebih baik, dan golongan sosial ekonomi tinggi banyak yang juga kerja atau bisnis di Indonesia. Kalau bagi saya siapapun, baik dia orang Indonesia atau diplomat tetep harus karantina masuk ke RI," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Pandu memberi contoh, banyak negara seperti Thailand, Jepang, dan Myanmar yang juga sudah ditemukan varian dan mutasi baru seperti B.1.1.7. Kedatangan WN dari negara tersebut, meski jumlahnya tak sebanyak kedatangan WN India, juga harus mendapat perhatian yang sama.
Kata Pandu, kunci Indonesia tak kecolongan banyak varian/mutasi baru atau imported case adalah karantina pelaku perjalanan dari luar negeri. Indonesia tak perlu sampai harus menutup total akses masuk dari negara luar.
Selama karantina dijalankan dengan baik, tak perlu ada kekhawatiran masuknya imported case meski warga negara manapun masuk ke Tanah Air. Namun Pandu menyayangkan, pemerintah tak secara ketat melakukan testing dan karantina orang-orang dari luar negeri sejak awal.
Kabar Terbaru WN India yang Masuk RI (210060)
zoom-in-whitePerbesar
Proses pemindahan WN dari India ke Hotel Holiday Inn Gajah Mada Taman Sari, Jakarta Barat, Sabtu (24/4). Foto: Polda Metro Jaya

32 WN India yang Ditolak Masuk RI Sudah Dipulangkan

Kedatangan WN India ke Indonesia masih terjadi. Terbaru pada Jumat (23/4) ada 32 WN India tiba di Indonesia menumpang pesawat maskapai Emirates Airline bernomor penerbangan EK356. Pesawat itu terbang dari Dubai, Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
Namun 32 WN India yang masuk Indonesia itu sudah dipulangkan ke negara asalnya pada Minggu (25/4). Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) telah memulangkan mereka melalui Bandara Soetta.
“Langkah Imigrasi Soekarno-Hatta telah sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Imigrasi pada 23 April 2021. Adapun isi dari kebijakan tersebut mengatur tentang penolakan masuk orang asing yang memiliki riwayat perjalanan dari wilayah India dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia,” kata Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (TIKIM) Sam Fernando.
Lebih lanjut, selama menunggu proses pemulangan, 32 WN India itu ditempatkan dalam ruangan khusus di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soetta. Mereka diawasi oleh petugas imigrasi, keamanan bandara, dan petugas Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP).
ADVERTISEMENT

Polres Aceh Timur Perketat Perairan Selat Malaka

Polres Aceh Timur memperketat pengawasan Selat Malaka untuk mencegah masuknya Warga Negara (WN) India. Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro mengatakan beredar isu WN India akan masuk melalui perairan tersebut.
"Tidak tertutup kemungkinan WN India masuk ke Indonesia melalui Aceh menyusul tingginya kasus COVID-19 di negara itu," kata Eko.
Ia menyebut, pengetatan itu sebagai bentuk antisipasi. Selain itu, Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpol Airud), Satuan Sabhara, dan seluruh kepolisian sektor (polsek) juga diturunkan untuk melakukan patroli.
"Informasi kami terima, sedang terjadi eksodus dari India menuju Indonesia. Ini harus dicegah. Kami juga mengimbau masyarakat segera melaporkan jika ada hal mencurigakan, terutama di perairan," tambahnya. Selain antisipasi WN India, ia menambahkan langkah ini juga untuk mencegah masuknya narkotika dan barang terlarang lainnya.
ADVERTISEMENT
"Beberapa pengungkapan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dari luar negeri berada di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Narkotika masuk melalui jalur laut," pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020