Kabasarnas Bicara 'Mahkota Longsor' di Cisarua: Dari Puncak Gunung Burangrang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara tim SAR gabungan melakukan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, membeberkan mengapa longsor di Cisarua berdampak besar.

Imbas insiden ini, seratusan warga hilang—23 di antaranya prajurit marinir TNI AL.

Syafii menyebut, "mahkota longsor" di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, berasal dari Gunung Burangrang. Menurutnya, ada dua mahkota longsor yang ditemukan.

"Kami izin sampaikan bahwa awalnya kami men-detect adalah satu puncak titik dari pusat longsor yang kami sebut adalah 'mahkota longsor'. Dari titik mahkota longsor sampai dampak longsoran yang terbawah ini mencapai 2.009 meter," ucap Syafii dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Kamis (27/1).

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (kedua kiri), berjalan menuju lokasi bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Syafii mengatakan, mahkota tersebut rupanya bukan mahkota longsor pertama yang terjadi pada saat kejadian. Menurutnya, ada mahkota longsor pertama yang terletak lebih tinggi lagi.

"Ternyata mahkota longsor tidak di ketinggian itu sebenarnya awalnya. Jadi di puncak Gunung Burangrang itu ternyata ada mahkota yang pertama," ucap Syafii.

"Ternyata dari longsoran ini menciptakan longsoran kedua dengan mahkota itulah. Jadi langsung menimpa dalam bukit yang besar ini dan berdampak seperti ini," tambahnya.

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (25/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Sementara area terdampak dari longsor tersebut memiliki luas sebesar 30 hektare.

"Kemudian awalnya kami men-detect dengan kelebaran longsor di mana sungai tadinya ini ada sungai kecil dengan kelebaran 2 sampai 5 meter. Dampak longsoran itu kami hitung mencapai 140 meter. Namun dalam perkembangannya ternyata dampak dari longsoran ini mencapai lebih dari 30 hektare," ucap Syafii.

video from internal kumparan