Kabel Semrawut di Tendean, Bina Marga Koordinasi ke PT JIP untuk Ditertibkan
·waktu baca 2 menit

Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta merespons temuan kabel semrawut di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kabel di sana ada yang menjuntai hingga mencuat dari tanah. Kondisi ini dikhawatirkan oleh para pejalan kaki.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga Wiwik Wahyuni mengatakan kabel utilitas yang berada di Jalan Kapten Tendean merupakan salah satu target penataan. Ia menduga kabel tersebut merupakan jalur sambungan yang baru.
"Terkait masih ditemukannya kabel-kabel semrawut dan mencuat di beberapa titik di Jalan Kapten Tendean, beberapa kabel mencuat yang diduga merupakan jalur sambungan ke gang atau pelanggan dan belum dirapikan," kata Wiwik saat dihubungi kumparan, Rabu (30/7).
Wiwik menerangkan, penataan kabel utilitas di Jalan Kapten Tendean dilakukan melalui sistem Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). PT Jakarta Propertindo (Jakpro) telah membangunnya sejak 2022 dan dikelola oleh PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP).
“Menurut laporan terkini dari PT JIP yang diterima Dinas Bina Marga, kini 96% jaringan fiber optic di ruas tersebut telah masuk ke dalam SJUT dan 100% kabel udara eksisting telah ditertibkan," ujarnya.
Maka itu pihaknya akan berkoordinasi PT JIP terkait adanya kabel yang masih semrawut.
“Menanggapi laporan masyarakat, Dinas Bina Marga akan segera berkoordinasi dengan PT JIP untuk melakukan penertiban lanjutan agar seluruh kabel dapat tertata rapi,” tuturnya.
Ia menambahkan, penegakan penataan kabel merujuk pada ketentuan hukum yang berlaku di Jakarta.
“Penegakan ini merujuk pada Pergub DKI Jakarta No. 10 Tahun 2025, yang menyatakan bahwa pemilik jaringan utilitas yang tidak memindahkan jaringan ke SJUT dapat dikenai sanksi, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan tiang dan penangguhan izin,” jelas Wiwik.
Warga Takut dengan Kabel Semrawut
Sebelumnya, pantauan kumparan pada Rabu (30/7) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, masih terdapat kabel yang semrawut. Ada yang menjuntai, juga ada yang mencuat dari tanah. Banyak pengguna jalan yang khawatir dengan kondisi tersebut.
Salah satunya Raminne (22). Pejalan kaki yang bekerja di kawasan Tendean itu mengaku khawatir bisa tersetrum jika tidak sengaja menyentuh kabel yang berantakan.
“Aku kalau ada kabel yang kelihatan putus dan dalamnya itu keluar gitu, takut berbahaya. Kita enggak tahu saluran listrik di dalamnya bisa bikin nyetrum atau enggak gitu kan. Jadi kadang kalau lihat kabel berantakan, khawatirnya karena itu,” ungkapnya.
