Kabur dari Pesantren di Jagakarsa, Reyhan 16 Hari Belum Pulang

Seorang anak lelaki bernama Reyhan Al Faridzi (12) dilaporkan hilang sejak 15 Maret lalu dan belum ditemukan hingga kini. Laporan kehilangan tersebut sudah diterima oleh pihak kepolisian Polsek Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/3).
Dalam surat itu tertulis Reyhan diduga kabur dari pondok pesantren tempatnya bersekolah, yakni Pondok Pesantren Al Mawadah di kawasan Ciganjur. Tante Reyhan, Rizka Amalia (28), mengaku keponakannya itu sebenarnya sudah hilang sejak 10 Maret.
"Kakakku (ibunya Reyhan) tanggal 15 Maret ke pesantren mau antar makanan sama uang. Lalu dia kan nyari anaknya, eh pihak pesantrennya bilang Reyhan belum pulang ke pesantren sejak 10 Maret," ujar Rizka kepada kumparan, Sabtu (31/3).
Saat ditanyai perihal mengapa pihak pesantren tak mengabarkan pihak keluarga Reyhan perihal hal tersebut, kata Rizka, mereka beralasan tak mau membuat keluarga khawatir dan tak mengira Rayhan akan pergi berhari-hari.
Rizka mengaku ini memang bukan kali pertama keponakannya itu kabur dari pesantren. Beberapa bulan lalu, ia juga sempat dilaporkan hilang beberapa hari namun pulang sendiri sebelum dilaporkan ke polisi.
"Jadi sebenarnya dari cerita salah satu ustaznya, tanggal 10 Maret malam-malam itu waktu diabsen nama anak-anak satu per satu, si Reyhan itu enggak ada. Belum balik, sebelumnya katanya pergi sama temannya entah mau kemana dari siang," ucapnya.
"Lalu pihak pesantren ngiranya dia akan balik lagi nanti kayak yang waktu itu pernah kabur. Tapi ya harusnya enggak gitu, terkesan menggampangkan gitu lho, nyatanya udah 18 hari belum balik kan," imbuh Rizka.

Pihak keluarga sendiri baru melayangkan laporan kehilangan tersebut pada Jumat (30/3) lalu karena masih berniat menunggu itikad baik pihak pesantren untuk berupaya maksimal menemukan Rayhan. Pihak keluarga juga memilih berusaha sendiri terlebih dahulu mencari tahu keberadaan Rayhan lewat teman-teman sebayanya.
Namun rupanya segala upaya belum berbuah hasil dan akhirnya memutuskan untuk membawa kasus ini ke polisi. Surat dilayangkan oleh om Rayhan yang merupakan kakak dari Rizka, yakni Reza Pahlepi.
"Kita nunggu itikad baik dari pesantren, tapi kayak setengah-setengah gitu nyarinya. Sempat si Rayhan di-chat via FB sama ustadnya, sempat balas katanya ada di wilayah Bogor, tapi ustadnya enggak berhasil membujuk Rayhan," ucap Rizka.
"Kita agak kecewanya, kyai pondok atau semacam petinggi pondoknya, enggak tahu ada santrinya yang hilang. Ya sudah kita lapor polisi. Dan kata orang-orang di sana, selain Rayhan ada lagi santri yang kabur. Enggak paham kenapa bisa selonggar itu keamannanya," tutupnya.
Hingga berita ini diunggah, belum ada informasi terkait keberadaan Reyhan.
