Kades di Sidoarjo Dikurung Warga di Balai Desa hingga Jam 3 Pagi

25 Mei 2023 20:38
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah warga Desa Sidokepung, Buduran, Sidoarjo menyandera panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Kepada Desa Sidokepung, Elok Suciati. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Sejumlah warga Desa Sidokepung, Buduran, Sidoarjo menyandera panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Kepala Desa (Kades) Sidokepung, Elok Suciati.
ADVERTISEMENT
Penyanderaan dilakukan selama lima jam pada Selasa (23/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB di Balai Desa Sidokepung dengan mengunci gerbang kantor tersebut.
Mendapat laporan itu, petugas Polsek Buduran langsung ke lokasi untuk mengamankan dan mengevakuasi Kades dan para panitia.
Kapolsek Buduran, Kompol Hery Setyo, mengatakan dirinya mengerahkan anggotanya untuk berjaga di sekitaran Balai Desa Sidokepung hingga kemarin (24/5).
"Benar ada empat personel kami siagakan di sana," ujar Hery saat dikonfirmasi, Kamis (25/5).
Hery menyampaikan, alasan para warga menyandera Kades dan panitia PTSL lantaran kesal dan kecewa dengan proses sistem yang lamban.
"Iya benar ada kejadian penguncian tapi tidak sampai ricuh saat kami datang," ucapnya.
Hery menjelaskan bahwa situasi di Balai Desa Sidokepung saat ini telah kondusif dan tidak ada aksi susulan dari warga.
ADVERTISEMENT
Akan tetapi, ia tidak menerangkan apakah ada warga yang diamankan.
"Alhamdulillah aman," katanya.
Sejumlah warga Desa Sidokepung, Buduran, Sidoarjo menyandera panitia Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Kepada Desa Sidokepung, Elok Suciati. Foto: Dok. Istimewa
Sementara itu, Kepala Desa Sidokepung, Elok Suciati mengatakan, dirinya baru bisa keluar dari balai desa sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.
"Saat ini ada Satpol PP juga yang mengamankan siaga di sana," ujar dia.
Suci menerangkan, kejadian itu berawal saat sejumlah warga mendatangi balai desa sekitar pukul 20.00 WIB untuk menanyakan berkas pengajuan PTSL yang belum selesai diproses.
Kemudian, pihak panitia menjelaskan bahwa surat atau dokumen yang diajukan untuk PTSL itu masih berstatus sengketa.
Merasa tidak puas dengan jawaban itu, akhirnya beberapa warga lainnya pun ikut mendatangi tempat tersebut dengan kasus serupa.
Sekitar pukul 21.00 WIB, kurang lebih ada 15 warga mengunci gembok pagar balai desa tersebut.
ADVERTISEMENT
"Saya kemudian lima orang panitia PTSL dikurung di sana tidak bisa keluar, kondisi dikelilingi puluhan di luar pagar juga," terangnya.
Selain itu, beberapa warga juga sempat merusak dua motor petugas yang tak terima atas jawaban dari panitia.
Merasa panik, kata Elok, ia pun langsung menghubungi Kapolsek Buduran dan Kapolresta Sidoarjo atas peristiwa yang dialaminya.
"Naik pagar, pagar sendiri baru bisa dibuka paginya, lima jam kami di sana," pungkasnya.
Atas kejadian itu, pihak panitia PTSL melaporkan kejadian itu ke polisi pada Rabu (24/5) kemarin.