Kades Sebut Repan, Warga Baduy yang Dibegal, Sering Jual Madu ke Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan hingga harus mengalami luka bacok di tangan kiri saat sedang berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta pada Minggu (26/10/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban pembegalan hingga harus mengalami luka bacok di tangan kiri saat sedang berjualan madu di wilayah Cempaka Putih, Jakarta pada Minggu (26/10/2025). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Desa Kanekes, Oom, mengatakan Repan (16), warga Baduy Dalam yang menjadi korban pembegalan, sering berangkat ke Jakarta untuk berjualan madu. Repan dibegal saat berjualan di wilayah Cempaka Putih, Jakarta, Minggu (26/10).

"Si Repan itu ke Jakarta udah biasa jualan madu keliling. Itu bukan satu kali, sebelumnya juga udah," kata Oom saat dihubungi Selasa (4/11).

Oom mengatakan, dirinya baru mendapat laporan adanya peristiwa pembegalan pada Sabtu (1/11). Ia kemudian berangkat ke Jakarta untuk menyusul Repan.

"Masalahnya saya juga dapet laporannya cuma tanggal 1," ujar Oom.

Oom menyebut, laporan itu baru ia terima karena Repan tidak dapat menghubungi setelah ponselnya dibegal.

"Handphone-nya dapet pinjam, dicuri sama orang," ungkap Oom.

Momen Repan (kanan) ditemui polisi di rumah Melo di Tanjung Duren, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Oom mengaku mendapat kabar pembegalan dari seorang yang dipanggil Pak Melo. Dia adalah rekan dari sepupu Repan. Pak Melo merupakan orang yang membawa Repan ke rumah sakit.

"Pak Melo eta sering ka Baduy, bahkan kakak na, sepupu na, Repan kawauh-kawauh Pak Melo (Pak Melo itu sering ke Baduy, bahkan kakak sepupu Repan kenalannya Pak Melo)," ujar Oom.

Luka di Tangan

Momen Repan (kiri) ditemui polisi di rumah Melo (kanan) di Tanjung Duren, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Repan mengalami luka bacok di lengan kiri saat berjualan madu di Cempaka Putih, Jakarta. Oom mengatakan, Repan sempat mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, namun Repan ditolak karena tidak memiliki KTP.

Sementara itu, para pelaku kabur membawa barang-barang korban.

"Nu ngabacok mah kabur. Seketika geus dibacok, eta korban ngadatangan rumah sakit, ngan teu ditangani soalnya pas ditanya KTP, eta teu boga, ja orang Baduy Jero (Yang membacok sudah kabur. Setelah dibacok, korban ke rumah sakit tapi tidak ditangani karena tidak punya KTP, kan orang Baduy Dalam),” ujar Oom.