Kadis Pendidikan Lumajang soal Video Pak Ribut: Itu Dipotong, Aslinya Bagus
ยทwaktu baca 2 menit

Video interaksi antara seorang guru sekolah dasar bernama Ribut Santoso dengan para muridnya di Lumajang, Jawa Timur, viral di media sosial. Ribut menjelaskan kepada muridnya tentang kaum sodom yang tidak boleh dicontoh.
Video itu memicu pro kontro, ada yang menilai tidak pantas diajarkan kepada siswa SD, namun ada juga yang setuju dengan Ribut.
Interaksi antara Ribut dengan para murid yang membahas kaum Sodom ternyata adalah potongan video. Aslinya video tersebut panjang dan menjelaskan tentang kisah kaum Sodom pada masa Nabi Luth yang dimusnahkan oleh Tuhan.
Soal video interaksi Ribut dengan anak didiknya itu dinilai baik oleh pemerintah daerah. Proses pengajaran yang dilakuan oleh Pak Ribut dinilai sudah benar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Agus Salim mengapresiasi pengajaran yang dilakukan Pak Ribut terhadap muridnya.
"Memang bagus, artinya itu seorang guru yang membahas permasalahan sosial. Itu ada (kisah) Nabi Luth, kaumnya Sodom," ujar Agus saat dihubungi kumparan, Jumat (25/3).
Ia menegaskan bahwa video yang beredar dan viral di media sosial itu sudah dipotong sehingga konteksnya jadi tidak sesuai dan menuai kontroversi.
"Jadi yang viral kemudian kontroversial adalah video potongan potongan," ujarnya.
Agus berulang kali menyatakan pelajaran yang disampaikan Pak Ribut sudah benar, mengajarkan materi pelajaran agama Islam.
"Kalau lihat rekaman aslinya, bagus. Jadi itu lagi ulangan, lagi membahas soalnya, bagus itu. Itu (pelajaran) masing-masing agama, agama Islam. Jadi (yang dilakukan Pak Ribut) itu benar," ungkapnya.
Ia membeberkan bahwa sempat memanggil Ribut, dan mewaspadainya video itu memunculkan kontroversi.
"Waktu kita panggil, saya bilang ini berpotensi memunculkan masalah. Silakan bikin apa pun, yang penting waspada. Itu (videonya) bagus, maksudnya benar. Viralnya ini sebenarnya membuat enggak bagus," jelas Agus.
