Kado 77 Tahun Indonesia, Khansa Kibarkan Merah Putih di Gunung Elbrus

18 Agustus 2022 18:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Khansa Syahlaa kibarkan bendera merah putih di Gunung Elbrus, Rusia, saat HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022).  Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
zoom-in-whitePerbesar
Khansa Syahlaa kibarkan bendera merah putih di Gunung Elbrus, Rusia, saat HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022). Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
ADVERTISEMENT
Khansa Syahlaa Aliyah, pendaki remaja asal Jakarta, berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak Gunung Elbrus, Rusia, tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Republik Indonesia 17 Agustus 2022 pada Rabu, 17 Agustus 2022, pukul 10.45 waktu setempat. Ini menjadi kado terbaik yang dapat dipersembahkan Khansa untuk Tanah Air.
ADVERTISEMENT
“Alhamdulillah, tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77, 17 Agustus 2022, pukul 10.45 waktu Rusia atau 14.45 WIB, aku dan Ayah berhasil mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi benua Eropa, Gunung Elbrus," kata Khansa kepada kumparan.
Setelah mendapat restu dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Khansa dan ayahnya, Aulia Ibnu, bertolak ke Rusia pada 7 Agustus lalu untuk mendaki gunung yang memiliki ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut. Gunung Elbrus menjadi gunung yang didaki untuk HUT RI ke-77 sekaligus menjadi gunung ke-77 yang telah dicapainya sejauh ini.
Khansa Syahlaa kibarkan bendera merah putih di Gunung Elbrus, Rusia, saat HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022).  Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
zoom-in-whitePerbesar
Khansa Syahlaa kibarkan bendera merah putih di Gunung Elbrus, Rusia, saat HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022). Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
Ekspedisi ini menghabiskan waktu selama 7 hari, yakni dengan 4 hari aklimatisasi di ketinggian berbeda sebagai strategi yang dilakukan karena Elbrus berada di ketinggian lebih dari 5.000 meter dengan oksigen yang semakin menipis. Empat kali latihan aklimatisasi itu di ketinggian 2.700 mdpl, 3.100 mdpl, 3.400 mdpl, dan selanjutnya 4.500 mdpl.
ADVERTISEMENT
“Setelah matang kondisi tubuh kita baru kita bisa melakukan pendakian ke ketinggian 5.000 mdpl. Jadi strateginya pendakian sebelum summit hampir tiap hari dilakukan,” kata sang ayah, Aulia Ibnu.
Khansa dan ayahnya bertolak dari basecamp terakhir di ketinggian 3.700 mdpl menuju puncak pada pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Saat mereka berangkat, cuaca tampak cerah. Mereka sempat menargetkan double summit yaitu puncak west (puncak utama) dan puncak east di Elbrus. Namun, ternyata mereka mereka mengalami hambatan dalam perjalanan karena diterjang angin kencang yang bercampur salju.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Kami berangkat untuk summit attack sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Kita bisa melihat Gunung Elbrus kelihatan gagah, namun dingin dan angin yang menerjang jadi tantangan yang sangat berat saat itu. Angin yang berembus bercampur dengan salju, sehingga kalau kena mulut sakit banget rasanya," Khansa bercerita.
Khansa Syahlaa kibarkan bendera merah putih di Gunung Elbrus, Rusia, saat HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022).  Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
zoom-in-whitePerbesar
Khansa Syahlaa kibarkan bendera merah putih di Gunung Elbrus, Rusia, saat HUT ke-77 RI, Rabu (17/8/2022). Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
Saking dingin udara di Gunung Elbrus, Khansa melanjutkan, dia sampai menggunakan 5 jaket. Itu pun masih belum membuat tubuhnya hangat. Tangan pun terasa kaku. Untuk membawa carrier juga terasa lebih sulit baginya.
ADVERTISEMENT
Siswa kelas 11 SMA Labschool Jakarta ini mengaku tidak bisa mengudap makanan di tengah pendakian karena kesulitan membuka tas akibat kencangnya angin yang menerpa. Beberapa barang milik Khansa dan pendaki lainnya pun terbawa angin. Aulia yang telah mencapai puncak Elbrus pada 2017 silam pun mengakui pendakian kali ini jauh lebih berat.
“Kendala pendakian kali ini yang pasti lebih dingin dan angin kencang di kurang lebih pada 500 meter terakhir. Anginnya nggak berhenti-berhenti. Makin ke atas ketinggian 5.000 itu kencang banget. Badan aja goyang, jadi kita nggak bisa ngapa-ngapain dan angin itu bawa serpihan-serpihan salju bisa kena cipratan-cipratannya. Itu yang berat, bisa terhuyung-huyung orang karena di pinggir pegunungan,” ujar Aulia.
Khansa Syahlaa, pendaki remaja yang menaklukkan Gunung Elbrus di Rusia.  Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
zoom-in-whitePerbesar
Khansa Syahlaa, pendaki remaja yang menaklukkan Gunung Elbrus di Rusia. Foto: Khansa Syahlaa Aliyah
Pria berusia 48 tahun itu juga menceritakan jemari tangannya sempat kaku dan Khansa sempat didera sakit kepala saat menjelang puncak. Tetapi semua kesulitan itu terbayar saat mereka bisa mencapai puncak Elbrus dengan selamat.
ADVERTISEMENT
"Tapi alhamdulillah, aku dan Ayah bisa melewati semua tantangan itu dan berhasil sampai di puncak Gunung Elbrus untuk mengibarkan bendera merah putih,” tutup Khansa.
Sebelumnya, Khansa dan ayahnya Aulia, dilepas secara resmi oleh Menparekraf Sandiaga Uno pada 1 Agustus lalu. Khansa menerima penyerahan bendera merah putih secara simbolis dari Sandi yang akhirnya berhasil dikibarkan di puncak Elbrus.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020