Kadus di Bali Soal Penangkapan Muhammad Kece: Kami Tidak Tahu, Silent

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelian atau Kepala Dusun (kadus) Banjar Untal-Untal I Nyoman Oka Suartana. Foto:  Denita br Matondang-Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kelian atau Kepala Dusun (kadus) Banjar Untal-Untal I Nyoman Oka Suartana. Foto: Denita br Matondang-Kumparan

Bareskrim Polri menangkap Muhammad Kece di Banjar (Dusun) Untal-Untal, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, Selasa (24/8) malam.

Kelian atau Kepala Dusun (Kadus) Banjar Untal-Untal I Nyoman Oka Suartana mengaku tidak mengetahui informasi penangkapan Muhammad Kece.

Baik petugas keamanan di tingkat Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) tidak ikut terlibat atau mendapat laporan adanya "target" operasi penangkapan di wilayah tersebut.

kumparan post embed

"Dari Babinsa dan Linmas kami tidak mengetahui, enggak ada laporan sama sekali, kami ketahui baru media sekitar jam 3 sore (pukul 15.00 WITA) kemarin," kata Suartana saat ditemui di Kantor Kepala Desa Dalung, Kamis (26/8).

Menurut Suartana, warga Banjar Untal-Untal juga tidak mengetahui informasi penangkapan atau keberadaan Kece di Bali. Mereka mengetahui informasi penangkapan dan keberadaan Kece melalui pemberitaan.

"Sebelum itu juga tidak ada tanda-tanda target di wilayah kami. Kami betul-betul enggak tahu. Kita kan juga dengan masyarakat ada grup WhatsApp di banjar, dinas, di banjar adat, baik warga kami dan kelian sama- sama tidak tahu. Kami ceritakan ada penangkapan tadi malam (kepada warga)," kata dia.

Kece Ditangkap di Rumah Kontrakan

Suartana menuturkan, berdasarkan informasi dari keluarganya yang bekerja di kepolisian, Kece tinggal di sebuah rumah kontrakan. Rumah tersebut terletak di area persawahan yang memiliki banyak area kavling.

Suartana belum ada rencana untuk memeriksa lokasi rumah tersebut. Sebab, tak ada permintaan dari pihak kepolisian untuk menjaga lokasi.

Ia juga belum bisa memastikan rumah kontrakan yang dimaksud. Sebab, ada banyak area persawahan yang dibuka untuk dijadikan kawasan perumahan atau memiliki kavling di Banjar Untal-Untal.

"Baru tadi malam ada info (rumah kontrakan tersebut terletak) di sebelah sawah kavling, ke arah utara. Kami juga belum ada ke lokasi, sekarang kami pun belum tahu rumah mana yang dimaksud," kata dia.

Masih berdasarkan keterangan keluarganya, menurut Suartana, operasi penangkapan Muhammad Kece sangat rahasia.

"Untuk prosesnya begini, mungkin singkatnya dari Polda untuk menunjukkan lokasi kalau saja untuk proses penangkapan dari Mabes Polri. Sangat silent sekali, katanya, penangkapan ini dan sangat rahasia dan alot. Makanya sangat silent, tyang (saya) dengar tadi malam informasi Polres belum tahu ada," kata Suartana.

"Kan susah kan terdeteksi, ya, yang jelas target ini tidak pernah melapor ke kepala lingkungan bahwa dia tinggal. Sebenarnya dia wajib lapor, mungkin karena dia target, enggak berani dan biasanya memang gitu wilayah di mana pun, kalau enggak ada keperluan mengurus sesuatu ke desa, enggak melapor. Cuma kos gitu aja, sesudah habis masa kontrakan pergi tanpa lapor," kata dia.

Muhammad Kece Bukan Warga Setempat

YouTuber Muhammad Kece (pakai topi), tersangka dugaan tindak pidana penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty

Suartana menegaskan, tidak ada warga bernama Muhammad Kece tinggal di Banjar Untal-Untal.

"Kami enggak tahu (Muhammad Kece), tidak terdaftar ( di Banjar Untal-Untal) dan orang tersebut tidak merupakan warga Banjar Untal-Untal dan Desa Dalung," kata dia.

Muhammad Kece telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan Bareskrim Polri. Ia dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) dan Junto Pasal 45 Tentang UU ITE, dan Pasal 156 huruf A tentang Penodaan Agama. Dia terancam 6 tahun penjara.

Kece kabur ke Bali setelah tahu kasusnya menyeruak. Dari tangannya, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk kartu anggota Gereja Bethel Indonesia (GBI) atas nama Muhamad Kasman. Diduga, itu adalah nama asli Muhammad Kece.