kumparan
7 Januari 2019 13:29

Kakak Kenang Nurhayati, Korban Pembunuhan di Apartemen Green Pramuka

Nurhayati, wanita yang tewas di Apartemen Green Pramuka
Seorang ibu menunjukan foto Nurhayati, wanita yang tewas di Apartemen Green Pramuka. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Keluarga sangat merasakan kepergian Nurhayati. Jelas saja, wanita yang ditemukan tergeletak dengan tubuh penuh luka tusuk di Apartemen Green Pramuka itu merupakan tulang punggung keluarga
ADVERTISEMENT
“Dia tulang punggung keluarga. Dia biayain adik-adiknya sama ponakannya,” kata Kakak kandung Nurhayati, Nurlela, di kediamannya, Jalan Kali Baru Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Senin (7/1).
Nurlela memang tidak tahu persis apa pekerjaan adiknya itu. Yang dia tahu, Nurhayati pernah berdagang pakaian di Pasar Johar Baru, Jakarta Pusat.
"Terakhir saya tahu dia kerja bisnis jual beli pakaian di Pasar Johar. Kalau sekarang jualannya via online, tapi udah enggak juga itu sekarang," tutur Nurlela.
Nurhayati, wanita yang tewas di Apartemen Green Pramuka (NOT COVET)
Nurhayati, wanita yang tewas di Apartemen Green Pramuka. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Nurlela mengatakan Nurhayati adalah anak terakhir. Wanita 32 tahun tersebut memiliki dua kakak. Selain kakak, Nurhayati juga memiliki tiga keponakan yang merupakan anak dari Nurlela yaitu Dimas, Lukman dan Sheren.
“Dia sayang banget sama ponakan-ponakannya ini. Anak-anak saya,” kata Nurlela.
ADVERTISEMENT
Nurhayati, menurut Nurlela, pernah menikah delapan tahun lalu. Namun usia pernikahannya hanya satu tahun. Dari pernikahan itu Nurhayati tidak memiliki anak.
“Ya mungkin karena tidak memiliki anak juga, jadi dia sayang banget sama anak-anak saya,” kata Nurlela.
Nurhayati, wanita yang tewas di Apartemen Green Pramuka
Seorang ibu menunjukan foto Nurhayati, wanita yang tewas di Apartemen Green Pramuka. (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Selain itu, adiknya juga yang memberikan modal untuk warung klontong yang ia buka. Meski sudah tinggal di Apartemen Green Pramuka sejak 2011, Nurhayati masih menyempatkan diri membelanjakan persedian barang untuk warung milik Nurlela.
“Dia juga yang modalin warung ini. Dia biasanya datang ke sini terus belanjain buat warung abis itu pulang,” kata Nurlela.
Nurhayati ditemukan tergeletak dengan luka tusukan di lorong lantai 16 Tower Chrysant Apartemen Green Pramuka, Jakarta Pusat. Sekuriti yang menemukannya langsung membawa Nurhayati ke RSUD Cempaka Putih, namun di rumah sakit nyawanya tidak tertolong. Ia meninggal dengan sembilan luka tusukan.
ADVERTISEMENT
Polisi telah menangkap pelaku pembunuhan Nurhayati, Haris, di Klender, Jakarta Timur, Minggu (6/1). Pria yang pernah bekerja sebagai sekurit di Apartemen Green Pramuka itu sakit hati karena cintanya ditolak hingga diludahi oleh Nurhayati. Kini, Haris terancam pasal 351 dan 338 KUHP dengan hukuman 15 tahun penjara.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan