Kaki Beruang Madu Diamputasi karena Terjerat Perangkap Babi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Beruang madu di Aceh pasca kakinya diamputasi (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)
zoom-in-whitePerbesar
Beruang madu di Aceh pasca kakinya diamputasi (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)

Seekor beruang madu di Banda Aceh terpaksa harus menjalani amputasi pada kaki kanan depannya setelah mengalami luka parah akibat terjerat perangkap babi di kawasan Gampong le Tarik 2, Kecamatan Simpang Keramat, Kabupaten Aceh Utara, Rabu, (26/4) lalu. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo kini telah mengevakuasi beruang berjenis kelamin betina tersebut untuk menjalani operasi.

"Tim dokter akhirnya mengamputasi kaki kanan bagian depan. Amputasi dilakukan karena bagian tersebut mengalami luka serius akibat terkena jeratan babi," ujar Sapto di Banda Aceh, Jumat (28/4), seperti dilansir Antara.

Kaki beruang madu di Aceh diamputasi (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)
zoom-in-whitePerbesar
Kaki beruang madu di Aceh diamputasi (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)

Beruang madu yang mengalami peristiwa nahas itu terpaksa harus menahan rasa sakitnya seharian penuh. Pasalnya, warga setempat baru menemukan beruang malang itu Kamis (27/4) lalu, dan langsung melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) Lhokseumawe.

Dari informasi tersebut, petugas bersama tim dokter hewan gabungan BKSDA dan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (FKH Unsyiah) Banda Aceh, bergegas menuju lokasi. Usai menemukan beruang itu, petugas langsung mengevakuasinya ke Banda Aceh, untuk penanganan medis lebih lanjut.

Beruang madu di Aceh pasca kakinya diamputasi (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)
zoom-in-whitePerbesar
Beruang madu di Aceh pasca kakinya diamputasi (Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa)

"Kaki kanan bagian depan nyaris putus. Begitu juga kaki kanan bagian belakang juga ada luka akibat terkena jeratan yang dipasang masyarakat untuk menangkap babi," tutur Sapto.

Sesampainya di Banda Aceh, beruang madu tersebut akhirnya menjalani karantina di Kantor BKSD Aceh, hingga akhirnya dibawa ke FKH Unsyiah untuk penanganan medis selanjutnya. Namun, dengan kondisinya kini, beruang itu tidak bisa dilepaskan ke alam liar seperti sebelumnya.

"Beruang tersebut sudah menjalani operasi dan kakinya yang nyaris putus terpaksa diamputasi. Setelah sembuh, beruang kemungkinan tidak bisa dilepaskan ke habitatnya karena kondisinya," tutup Sapto.