Kakorlantas: Brexit Selalu Macet, Ada yang Salah Saat Pembangunan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tol Brebes Timur (Brexit) (Foto: Prima Gerhard/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Tol Brebes Timur (Brexit) (Foto: Prima Gerhard/kumparan)

Tak lama lagi, libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 akan datang. Korps Lalu Lintas Polri sudah mulai memperhitungkan kemungkinan terjadinya kemacetan saat libur panjang kali ini.

Kakorlantas Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, pintu tol Brebes Timur atau lebih dikenal dengan Brexit masih menjadi perhatian utama. Dia menilai, ada kesalahan perhitungan dari pengembang saat membangun tol ini sehingga kemacetan sulit diurai.

"Mungkin mereka menghitung pakai parameter yang tidak tepat ya, parameter mereka hitung volume mobil yang keluar di sana sedikit kalau hari biasa, mereka enggak kepikiran kalau lagi padat apalagi pakai konsep letter T seperti itu pasti banyak macet," ujar Royke di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan (13/11).

Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa (Foto: Adim Mugni/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kakorlantas Polri Irjen Pol Royke Lumowa (Foto: Adim Mugni/kumparan)

Saat ini, pemerintah memang tengah berupaya menyelesaikan pembangunan tol Trans Jawa. Royke berharap, paling tidak ruas tol dari Jakarta sudah tersambung sampai ke Semarang pada akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan bisa terkejar akhir 2017 ini khususnya di daerah Semarang sebagai kota pengalihan. Kalaupun tidak saya rasa bisa akhir tahun ini tol di daerah Pantura sampai menyentuh Semarang atau daerah Ngaliyan, Semarang lancar," ujar Royke.

Royke, memprediksi beberapa titik yang dianggap rawan terjadi kemacetan dalam arus mudik menjelang libur Natal dan Tahun Baru mendatang. Pintu tol Brebes Timur atau Brexit masih menjadi pusat perhatian karena kemacetan masih terjadi.

"Prediksi saya di pintu-pintu keluar (tol) pasti ya, apalagi pintu keluar Brexit yang bentuknya seperti letter T. Itu dari dulu sampai sekarang masih selalu terjadi kemacetan di sana apalagi saat libur panjang," jelas Royke.

Royke berharap ada pertemuan khusus antara pihak kepolisian dengan pengelola tol guna membahas potensi kemacetan yang kerap terjadi ketika hari libur nasional. Dengan adanya pertemuan ini, masukan dari Polri kepada pengelola tol bisa langsung ditindaklanjuti.

"Ya itu bukan dikaji lagi harusnya dirapatkan bersama. Kalau dari kami sudah pasti menghasilkan pemikiran yang idealis tapi kembali kepada jawaban mereka, ya pasti kembali masalah anggaran dan lain-lain," ucap Royke.