Kakorlantas: Masih Ada 18 Persen Warga Jakarta Belum Mudik hingga Hari H Lebaran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota kepolisian mengatur arus lalu lintas kendaraan pemudik di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota kepolisian mengatur arus lalu lintas kendaraan pemudik di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan masih ada 18 persen dari 2,1 juta warga Jakarta dan sekitarnya yang belum melaksanakan mudik hingga Senin (31/3) atau hari H Lebaran Idul Fitri.

"Saat ini, hari H, keluar Jakarta sudah 1.765.102. Jadi sudah 81 persen yang meninggalkan Jakarta, tersisa kurang lebih 18 persen," kata Agus kepada wartawan, Senin (31/3).

Agus menuturkan, puncak arus mudik tahun ini terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran. Jika dibanding tahun lalu, puncak arus mudik kali ini terjadi peningkatan jumlah pemudik.

"Kalau dibandingkan puncak arus tahun 2024 ada peningkatan. Bila dibandingkan dengan H-4 dan H-3 itu ada kenaikan hampir 14 persen," ungkap dia.

Foto udara kendaraan pemudik melaju perlahan di Gerbang Tol (GT) Kalikangkung Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memprediksi masih ada masyarakat yang melaksanakan mudik hingga H+1 Lebaran.

Hal itu disampaikannya usai rapat monitoring kesiapan pelaksanaan malam takbiran dan salat Id, di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (30/3).

"Beberapa catatan yang mungkin juga perlu kami informasikan kepada rekan-rekan media, bahwa dari prediksi 2,1 juta masyarakat yang akan mudik, saat ini masih tersisa 20 persen," kata Sigit kepada wartawan, Minggu (30/3).

"Sehingga, kemudian biasanya ini juga akan ada lonjakan pas kegiatan halal bihalal akan terjadi lonjakan, baik di hari H, H+1, ini biasanya masih ada," lanjutnya.