Kakorlantas Minta Pemudik Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret: Manfaatkan WFA

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho saat ditemui di Comand Center KM 29, Cikarang Utara, Minggu (15/3/2026). Foto: NTMC Polri
zoom-in-whitePerbesar
Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho saat ditemui di Comand Center KM 29, Cikarang Utara, Minggu (15/3/2026). Foto: NTMC Polri

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengimbau para pemudik untuk tidak kembali dari kampung halaman pada 24 Maret 2026. Tanggal tersebut diprediksi menjadi puncak arus balik Lebaran.

Imbauan ini disampaikan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berpotensi memicu kepadatan di sejumlah ruas jalan, khususnya Tol Trans Jawa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan kita yang saat ini berada di kampung halaman, agar supaya karena arus puncak baliknya itu tanggal 24 [Maret], agar mengharapkan tidak kembali pada tanggal itu, supaya tidak terjadi penumpukan,” kata Irjen Agus di NTMC Polri, Jakarta, Minggu (22/3)

Sejumlah kendaraan pemudik melaju di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Masyarakat diminta memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) yang diberikan pemerintah. Dengan kebijakan ini, pemudik memiliki fleksibilitas untuk menunda perjalanan kembali ke perantauan.

“Silakan manfaatkan work from anywhere tanggal 26, 27, 28 itu masih work from anywhere. Mungkin bisa kembali di tanggal 26, tanggal 27,” tuturnya.

Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 23-24 Maret dan 28-29 Maret. Dengan menunda kepulangan, diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya kepadatan.

“Moga-moga dengan dua tahap ini nanti bisa terurai sehingga arus balik yang di tanggal 24, nanti bisa kita kelola dengan baik,” ucap dia.