Kakorlantas: Sudah 2 Tahun Terakhir Tak Ada Penambahan Kapasitas Rest Area

5 Maret 2024 11:45 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kakorlantas Irjen. Pol. Aan Suhanan saat meninjau Gerbang Tol Palimanan. (1/1/2024). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kakorlantas Irjen. Pol. Aan Suhanan saat meninjau Gerbang Tol Palimanan. (1/1/2024). Foto: kumparan
ADVERTISEMENT
Kepadatan di rest area saat puncak arus mudik mendapat perhatian yang serius. Terlebih karena sudah 2 tahun terakhir belum ada penambahan kapasitas rest area.
ADVERTISEMENT
"Rest area ini masih menjadi trouble spot. Upaya kita hanya bisa mengelola, kalau masuk dan ke luar atau pun trafficnya di dalam rest area. Karena dalam 2 tahun terakhir tidak pernah bertambah kapasitas rest area," ujar Kakorlantas Polri, Irjen Pol Aan Suhanan, dalam Rakor Lintas Sektoral Arus Mudik 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (5/3).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polri mengupayakan beberapa solusi. Salah satunya dengan melakukan rekayasa lalu lintas.
"Jadi nanti tolong para Dirlantas yang mempunyai rest area, silakan ikut bersama-sama pengelola rest area untuk menyusun rekayasa lalu lintas di rest area. Soalnya ini masih menjadi trouble spot," jelas Aan.
Rest area 379 A penuh dengan pemudik. Foto: Dok. Istimewa
Meski begitu, upaya ini tak serta merta menjadi solusi untuk memecahkan masalah kepadatan di rest area saat puncak arus mudik. Kerja sama dari pemudik juga diperlukan.
ADVERTISEMENT
"Dan kita melakukan pengaturan, ini secara pengaturan pun secara teknis akan dijelaskan oleh para direktur. Karena sering kali pengaturan yang kita lakukan pun belum bisa memecahakan, belum bisa menjadi solusi untuk penanganan rest area," jelasnya.
Aan sendiri telah memprediksi lonjakan arus mudik pada musim lebaran 2024 ini. Diperkirakan pemudik yang keluar dari Jabodetabek meningkat hingga 6 persen dari tahun lalu, atau sebanyak 136,7 juta orang.
"Kalau tahun lalu ada 123 juta lebih masyarakat indonesia yang melakukan mudik balik dan berwisata selama libur Idul Fitri. Kalau ditambah 5 persen, 6 persen, itu ada di angka 136 juta, 136,7 juta tepatnya," kata Aan.