Kakorlantas: Sulsel, Jateng, hingga Jabar Wilayah Paling Banyak Kendaraan ODOL

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, di The Tribrata Dharmawangsa pada Kamis (12/6/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, di The Tribrata Dharmawangsa pada Kamis (12/6/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, menyebut wilayah Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan angka kendaraan over dimension dan overload atau ODOL terbanyak.

"Cukup banyak di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, hampir semuanya datanya ada," kata dia usai kegiatan Rapat Kerja Teknis Korlantas di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (12/6).

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Korlantas Polri, terdapat 32 ribu kendaraan ODOL yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Menurut dia, penindakan terhadap kendaraan ODOL mesti turut melibatkan berbagai instansi pemerintahan.

Ilustrasi truk ODOL di Pantura Foto: Rizki Fajar Novanto/kumparan

"Perhari ini ada 32 ribu. Dari 7 ribu, di 7 ribu sekian itu terindikasi over dimension, sekian 16 ribu sampai 17 ribu sekian itu hampir 20 ribuan ya, itu overload," ujar dia.

Penindakan dilakukan melalui upaya edukatif, preemtif, hingga penegakan hukum. Menurut Agus, penindakan kendaraan ODOL perlu dilakukan karena belakangan ini acap kali jadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

"Over dimension dan overload ini bagian daripada potensi penyebab kecelakaan lalu lintas. Jadi sudah banyak contohnya," kata dia.

Dalam kegiatan itu, Agus juga menyampaikan bahwa angka kecelakaan di Indonesia mencapai angka 24 ribu lebih selama tahun 2024. Melalui pencanangan hari keselamatan lalu lintas, diharapkan angka kecelakaan di tahun-tahun berikutnya dapat terus menurun.

"Ini menjadi keprihatinan kita semuanya, maka dari itu dengan dicanangkan hari keselamatan ini agar masyarakat betul-betul hati-hati untuk berlalu lintas, untuk diketahui bahwa lalu lintas itu adalah cermin budaya bangsa," kata dia.