Kala Korban Gempa Kab Bandung Bergumul dengan Dingin di Tenda Pengungsian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi tenda pengungsian di Desa Cibeureum, Rabu (18/9/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi tenda pengungsian di Desa Cibeureum, Rabu (18/9/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Tenda-tenda berdiri di lapangan bola (Lapangan Sari) di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Rabu malam (18/9).

Itu menjadi tempat pengungsian bagi 450 warga korban gempa 5,0 magnitudo yang melanda wilayah tersebut.

Suhu di wilayah dengan dataran tinggi seperti Cibeureum begitu dingin, para pengungsi membutuhkan selimut tambahan.

"Selimut belum ada yang ngasih, masih kekurangan. Mau ke rumah (untuk mengambil selimut) takut ada gempa susulan," kata Yani Cucun (40 tahun).

Kondisi tenda pengungsian di Desa Cibeureum, Rabu (18/9/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Entit (54 tahun), pengungsi lain, berharap ada bantuan berupa selimut. Di tendanya ada 20 orang lansia, yang beberapa di antaranya kurang sehat.

"Suami saya juga sakit di sebelah sana," kata Entit.

Api unggun di depan tenda pengungsian di Desa Cibeureum, Rabu (18/9/2024). Foto: Robby Bouceu/kumparan

Api unggun pun dinyalakan, warga—termasuk ibu-ibu—meriung di sekitarnya.

Selain selimut dan makanan-minuman, warga membutuhkan sleeping bag/matras, obat-obatan, peralatan bayi dan anak kecil.