Kala Kuat Ma'ruf Keteteran Dicecar Jaksa: Pelan-pelan, Otak Saya Gak Nyampe Pak
ยทwaktu baca 3 menit

Kuat Ma'ruf dicecar jaksa soal peristiwa penembakan Yosua di Duren Tiga Jakarta Selatan. Ia sempat keteteran saat dicecar jaksa tersebut.
Keterangan Kuat itu disampaikan saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Ricky Rizal dan Richard Eliezer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12).
Awalnya, Kuat bercerita soal sekuens peristiwa jelang penembakan Brigadir Yosua. Sekuens tersebut saat ia diminta untuk memanggil Yosua bersama dengan Ricky Rizal masuk ke dalam rumah di Duren Tiga sesaat sebelum penembakan.
"Tadi kamu diminta Ferdy Sambo panggil Ricky dan Yosua?" tanya jaksa.
"Betul," jawab Kuat.
Jaksa mempertanyakan apakah Ricky dan Yosua tahu tujuannya dipanggil oleh Kuat. Kuat menjawab tidak tahu. Keduanya hanya masuk begitu saja usai dipanggil.
Jaksa menggali soal mengapa Kuat ikut masuk ke rumah tersebut.
"Kenapa Anda ikut?" tanya jaksa.
"Saya tidak, itu dia," jawab Kuat.
"Anda yang masuk, kok itu dia?" tanya jaksa heran.
"Karena setahu saya, sepemahaman saya, kalau ada yang punya salah Bapak panggil semuanya hadir," kata Kuat.
"Kok kalau ada yang salah, kamu kan disuruh panggil?" tanya jaksa lagi.
"Itu dia, saya berpikir, jangan-jangan Ibu sudah ngadu yang di Magelang. Pikir saya itu," jawab Kuat.
Sebelumnya, Kuat sempat menjelaskan ada peristiwa di Magelang, yakni Yosua terlihat mengendap-endap di tangga dari arah lantai dua yang langsung lari. Kuat mengaku kemudian menemukan Putri Candrawathi terlihat ketakutan.
Saat itu, Kuat berbicara kepada Putri untuk melaporkan peristiwa di Magelang ke Sambo dengan kalimat: "biar di rumah ini tidak ada duri dalam rumah tangga Ibu."
Jaksa pun kembali mencecar Kuat soal peristiwa jelang penembakan tersebut.
"Kamu ngomong sepotong-sepotong, tiba-tiba ada kalimat baru, Anda kan dipanggil (oleh Sambo)?" tanya jaksa.
"Dipanggil," jawab Kuat.
"Katanya Yosua sama Ricky?" tanya jaksa.
"Bapak ketemu saya, terus suruh manggil Yos (Yosua) sama Ricky," jawab Kuat.
Karena dicecar terus oleh jaksa, Kuat pun sempat meminta untuk diberikan pertanyaan secara perlahan. Dia mengaku tak bisa mengikuti pertanyaan jaksa karena terlalu cepat.
"Terus?" tanya jaksa.
"Bapak nanya saya pelan-pelan, otak saya gak nyampe Pak ini. Kalau saya pintar, gak jadi sopir saya, Pak," jawab Kuat.
"Itu Ricky dipanggil Yos (Yosua), kamu keluar ketemu Ricky?" tanya jaksa.
"Betul," jawab Kuat.
"Kamu panggil Yos?" tanya jaksa lagi.
"Saya ngomong ke Ricky, 'Om dipanggil Bapak sama Yosua'," pungkas Kuat.
Panggilan itu berakhir tragis. Di dalam rumah, sudah ada Sambo dan Eliezer yang bersiap dengan senjata Glock 17 miliknya. Menurut Eliezer, saat masuk ke rumah, Yosua langsung dicekik oleh Sambo. Setelahnya Sambo memerintahkan Eliezer menembak Yosua, sebagaimana dakwaan.
Tiga sampai empat peluru dilesatkan. Diakhiri tembakan Sambo ke arah kepala Yosua. Sang brigadir pun tewas. Saat itu, Kuat dan Ricky disebut berada di ruangan yang sama menyaksikan pembunuhan tersebut berlangsung. Namun, keduanya mengaku tak melihat Sambo menembak.
