Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai

30 November 2021 8:59
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai (84585)
zoom-in-whitePerbesar
Bendera bergambar Habib Rizieq Shihab dibawa peserta Reuni 212 di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (2/12). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Reuni akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 terancam batal digelar di Monas, Jakarta Pusat pada 2 Desember mendatang. Keputusan tersebut diambil atas saran para ulama PA 212.
ADVERTISEMENT
Selain itu, izin dari pihak Kepolisian juga belum keluar sampai saat ini. Sebab, mengingat pandemi corona yang belum selesai di Indonesia.
Acara tersebut rencananya akan dipindahkan ke Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, dan dilaksanakan secara terbatas.
Ketua PA 212 Slamet Maarif mengatakan, masyarakat yang ingin tetap melaksanakan reuni dapat menyelenggarakan dengan bakti sosial di daerahnya masing-masing.
Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai (84586)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua PA Alumni 212 Slamet Maarif di TPU Pondok Rangon, Senin (20/1/2020). Foto: Ricky Febrian/kumparan
“Mengimbau dan mengintruksikan kepada seluruh Alumni 212 untuk mengadakan aksi kemanusiaan berupa pembagian paket sembako, bedah rumah, membersihkan tempat ibadah, membersihkan sungai, pengobatan gratis dan lain sebagainya,” kata Slamet lewat keterangannya, Senin (29/11).
Slamet menuturkan, penyebab batalnya acara digelar di Monas lantaran tak ada izin dari pihak terkait. Selain itu, para ulama yang tergabung dalam PA 212 juga menyarankan acara digelar secara terbatas.
ADVERTISEMENT
“Panitia reuni 212 tahun 2021 telah bekerja keras mengurus perizinan tempat yaitu di Lapangan Monas (sesuai sejarah 212 itu sendiri ) dan di Bundaran Patung Kuda dan berkomunikasi dengan berbagai pihak,” ujar Slamet.
Sebelumnya, Slamet Maarif mengungkapkan, reuni kali ini juga akan mendoakan berpulangnya Ustaz Ameer Azzikra yang merupakan putra dari KH. M Arifin Ilham.
“Doa bersama untuk almarhum ustaz Ameer Azzikra putra almarhum KH M Arifin Ilham,” ungkap Slamet.
Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai (84587)
zoom-in-whitePerbesar
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat konferensi pers terkait penangkapan 3 orang terduga aksi terorisme di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/11). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kata Polri soal Rencana Reuni 212

Karo Penmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono menanggapi terkait rencana kegiatan aksi Reuni 212 yang akan digelar pada 2 Desember 2021.
Rusdi mengatakan, saat ini masih dalam situasi pandemi, maka dari itu dirinya mengimbau untuk menghindari kegiatan yang dapat menjadi klaster baru.
ADVERTISEMENT
“Kita masih dalam pandemi, Polri mengimbau tentunya kepada seluruh lapisan masyarakat agar bijak melihat situasi seperti ini, kegiatan-kegiatan yang banyak mengumpulkan orang, yang cenderung akan menjadi klaster baru, lebih baik dihindari dengan situasi pandemi,” ujar Rusdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/11).
Lebih lanjut, Rusdi menjelaskan bahwa saat ini penanganan pandemi COVID-19 sudah berjalan dengan baik, untuk itu mesti dipertahankan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat menimbulkan kasus COVID-19.
“Ini sehingga betul-betul situasi yang sudah baik pada saat ini, penanganan covid yang sudah berjalan secara positif ini bisa kita pertahankan dan tentu kita perbaiki,” jelasnya.
Selain itu, terkait dengan perizinan Reuni 212, Rusdi mengatakan saat ini masih dalam proses perizinan lebih lanjut serta perlu rekomendasi dari pemilik tempat.
ADVERTISEMENT
“Tentunya itu semua tidak serta merta tugas dari Polri, sebelum mengeluarkan suatu izin keramaian, Polri harus meminta rekomendasi dari berbagai pihak yang terkait dengan kegiatan tersebut, antara lain tentunya polri membutuhkan rekomendasi atau izin dari pemilik tempat, di mana kegiatan itu akan dilaksanakan, harus ada rekomendasi atau izin dari pemilik tempat,” jelasnya.
Maka dari itu, Rusdi akan memberikan pertimbangan terkait izin kegiatan reuni 212 dengan meminta rekomendasi dari Satgas COVID-19.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Dengan situasi pandemi seperti ini, tentunya Polri juga meminta rekomendasi dari Satgas COVID-19, apabila tentunya kalau izin-izin ini, rekomendasi ini telah dikeluarkan oleh instansi terkait, maka Polri akan mempertimbangkan pemberian izin kegiatan tersebut,” pungkasnya.
Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai (84588)
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria saat melakukan peninjauan sejumlah fasilitas umum yang rusak usai demo di Jakarta. Foto: PPID DKI JAKARTA

Wagub DKI soal Reuni 212 Pindah ke Sentul

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespons mengenai kabar pindahnya lokasi reuni akbar Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang batal berlokasi di Monas dan Patung Kuda.
ADVERTISEMENT
“Tidak jadi di Monas, karena sampai saat ini Monas belum dibuka,” kata Riza kepada wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta Senin (29/11).
Rencananya reuni akbar PA 212 akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat.
“Saya belum tau pastinya (Reuni PA 212 di Sentul) tapi yang pasti kami menghormati, menghargai keinginan teman-teman alumni 212 yang ingin melaksanakan reuni, namun demikian seperti yang sudah sering saya sampaikan, sekarang ini kita masih di masa COVID-19,” jelas Riza.
Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai (84589)
zoom-in-whitePerbesar
Haikal Hassan. Foto: Instagram/@haikalhassan-quote

Haikal Hassan Minta Warga Tak Datang ke Monas untuk Reuni 212

Beredar video jubir PA 212, Haikal Hassan, meminta warga dari daerah tidak datang ke Monas untuk Reuni 212. Video itu beredar lewat aplikasi pesan singkat.
ADVERTISEMENT
Dalam video itu, Haikal tampak tengah mengisi sebuah acara pengajian. Informasi yang dihimpun, dia tengah mengisi acara di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dalam kesempatan itu, Haikal ditanya oleh salah satu warga bagaimana dengan acara Reuni 212 karena banyak jemaah dari daerah yang ingin datang ke Jakarta.
Haikal lalu minta warga untuk tidak datang ke Jakarta. Dia meminta warga merayakan di daerah masing-masing dengan cara yang lain. Tak harus datang ke Jakarta.
Berikut jawaban Haikal Hassan:

Ini bilangin ama temen lu, bikin di sana dengan sebaik-baiknya. Bikin kegiatan di sana, kalau di sana ada kali bersihin kali. Serius ini gue ngomong, apalagi tahun ini hoaks itu yang beredar hoaks udah diizinkan silakan datang, itu hoaks. Nggak ada, belum ada diizinkan oleh polisi belum ada. Jangan sharing, itu kebanyakan hoaks.

Jadi sarannya ntar juga ada di sosial media bagaimana seharusnya. Yang penting jaga lingkungan masing-masing. Semarakkan di wilayah masing-masing, jangan sampai berbondong-bondong ke Jakarta. Ntar umpama kalau COVID tinggi disalahin 212. Akibatnya jadi musuh negara. Jangan sampai.

Kita kenang di tempat masing-masing persatuan dan kesatuan. Nanti mungkin ada zoom. Ada virtual, ada ceramah dari para tokoh yang membuat bangsa kita ini kompak,” tandasnya.

--Haikal Hassan

ADVERTISEMENT
kumparan mengkonfirmasi soal video yang beredar itu. Haikal Hassan membenarkan dirinya yang menyampaikan imbauan itu seperti yang ada di dalam video.
"Iya betul itu saya," kata dia, Senin (29/11).
Kala Rencana Reuni 212 di Monas Batal Akibat Pandemi Belum Usai (84590)
zoom-in-whitePerbesar
Peserta mengikuti aksi reuni 212 di kawasan Monas. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Imbauan MUI Jabar untuk Warga soal Reuni 212

MUI Jabar tak melarang masyarakat di daerahnya untuk mengikuti Reuni 212 yang rencananya akan diadakan tanggal 2 Desember mendatang di Jakarta.
Namun, Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar mengingatkan pandemi dan gelombang ketiga sebaran corona masih memungkinkan terjadi.
"Kalau sampai mengimbau untuk tidak ikut sih kita terlalu ini juga, kan itu hak mereka masing-masing. Toh yang demo juga banyak. Yang harus diperhatikan sekarang ini pertama, kita kan masih dalam situasi COVID-19, itu yang harus diperhatikan," kata dia saat dikonfirmasi, Senin (29/11).
ADVERTISEMENT
Bagaimana pun, menurut Rafani, kerumunan yang terjadi berpotensi mengakibatkan terjadinya penularan corona sehingga masyarakat diminta untuk waspada. Selain itu, dia meminta masyarakat agar tak membuat kegaduhan.
"Kerumunan massa itu pintu masuk terjadinya gelombang ke berapa nanti. Nah itu, jadi ini tolong diperhatikan. Kalau COVID-19 gelombang ketiga terjadi lagi, mafsadat-nya kan luar biasa," tutur dia.
"Jadi apa pun yang dilakukan sepanjang menyangkut hak ya silakan saja, cuma tolong diperhatikan jangan sampai membuat kegaduhan atau apa, sebab itu akan sensitif sekarang ini," ujar dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020