Kala Virus Corona Serang Para Pejabat Tinggi di Iran

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga,  Masoumeh Ebtekar. Foto: ATTA KENARE / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga, Masoumeh Ebtekar. Foto: ATTA KENARE / AFP

Merebaknya virus corona dari Wuhan atau COVID-19 mulai membayangi Republik Islam Iran. Tak hanya menjangkiti warga biasa, kasus positif corona di negeri para mullah itu juga menyerang para petinggi pemerintahan.

Kasus pertama corona di Iran dan Timur Tengah pertama kali diketahui kala terdapat 2 orang meninggal di Kota Qom, Rabu (19/2). Padahal, sebelumnya tak ada laporan positif corona di negara itu.

embed from external kumparan

Dilansir Reuters, virus corona di Iran hingga Jumat (28/2) telah menyebar menjangkiti 245 orang. Sementara, kasus kematiannya berjumlah 26 orang.

Dari angka tersebut, ada sejumlah pejabat Iran yang juga dikabarkan positif terjangkit virus corona. Siapa saja mereka?

Wali Kota di Teheran

Kabar pertama datang dari Wali Kota distrik 13 di ibu kota Teheran, Morteza Rahmanzadeh. Televisi nasional Iran FARS mengabarkan ia positif terjangkit virus corona karena dirawat mulai Jumat (21/2).

Namun, Direktur Humas Distrik 13 Teheran menampik kabar tersebut. Ia menyatakan Rahmanzadeh dalam keadaan sehat dan tidak terjangkit virus corona. Hingga kini belum ada keterangan soal kondisi Wali Kota itu dari otoritas kesehatan Iran.

kumparan post embed

Wakil Menteri Kesehatan

Iraj Harirchi, Wakil Menteri Kesehatan Iran, menjadi pejabat pemerintahan pusat pertama yang terkena corona. Hasil tes menyatakan Iraj positif COVID-19.

Kabar itu pertama kali diberitakan kantor berita ILNA, Selasa (25/2). Jubir Kemenkes Iran menyebut Wamenkes Iran tengah menjalani karantina akibat virus corona.

Mengomentari penyakitnya, Iraj justru berseloroh bahwa virus corona sangat demokratis.

“Ini adalah virus yang sangat demokratis. Itu tidak membedakan antara miskin dan kaya,” katanya mengutip Reuters.

kumparan post embed

Wakil Presiden

Virus corona di Iran juga turut menjangkiti Masoumeh Ebtekar (59) pada Kamis (27/2). Ia merupakan Wakil Presiden Iran untuk Urusan Perempuan dan Keluarga.

Laporan Associated Press menyebut, Ebtekar sempat ikut dalam pertemuan anggota kabinet Iran, dan duduk dekat Presiden Hassan Rouhani.

kumparan post embed

Anggota Parlemen

Anggota parlemen Iran, Mahmoud Sadeghi (57), juga dikabarkan positif corona. Mengutip dari Al Arabiya, Sadeghi memberikan pengakuan sendiri bahwa ia positif corona di akun Twitternya, Selasa (25/2).

X post embed

Sebelumnya, Sadeghi sempat menuduh pemerintah menutupi penyebaran virus corona di Iran. Ia mendesak pemerintah lebih serius menangani virus tersebut dan mendapatkan kepercayaan publik dengan mengatakan situasi penyebaran virus yang sebenarnya.

Selain Sadeghi, Ketua Komite Keamanan dan Urusan Luar Negeri Parlemen Iran, Mojtaba Zolnour (57), juga mengumumkan ia telah terinfeksi penyakit asal Wuhan itu.

Eks Duta Besar

Mantan Duta Besar Iran untuk Vatikan, Hadi Khosroshahi (81), dilaporkan meninggal pada Kamis (27/2). Xinhua melaporkan ia sempat menjalani perawatan karena terjangkit corona di Rumah Sakit Masih Daneshvari di Teheran.

Setelah rentetan kematian pejabat ini, Iran mengambil langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona. Salah satunya dengan meniadakan salat Jumat pekan ini.

kumparan post embed