Kalau Ada Space, Trotoar Sudirman-Thamrin Bisa untuk Atraksi Budaya

Pemprov DKI berencana memanfaatkan trotoar di sepanjang jalan Sudirman-Thamrin tidak hanya untuk pejalan kaki, tapi menjadi pusat interaksi ekonomi dan budaya. Salah satunya adalah kegiatan atraksi budaya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan penggunaan trotoar untuk atraksi kebudayaan itu masih akan mempertimbangkan kondisi luas trotar. Sandi menegaskan, pertunjukan atraksi kebudayaan di trotoar harus dipastikan tidak mengganggu kenyamanan para pengguna jalan.
"Iya (luas trotoar) yang luas, dan menurut saya yang penting memuliakan pejalan kaki dulu. Kalau ada space lebih, bisa untuk atraksi budaya atau atraksi-atraksi yang lainnya," ujar Sandi di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (4/11).
"Tapi tergantung flow-nya ya. Jadi kita lihat nanti gimana flow-nya enggak ganggu pedestrian. Jadi kalo sudah luas, ada spot sedikit untuk persatukan warga, itu layak dipertimbangkan," imbuhnya.

Sandi menjelaskan konsep penggunaan trotoar di DKI sebagai wadah pertunjukan budaya, terinspirasi dari pengalaman pribadinya saat berada di Union Square, New York, AS.
Saat berada di sana, ia menyaksikan berbagai atraksi kebudayaan seperti sulap dan musik tradisional menghibur warga yang sedang berlalu lalang di sekitar trotoar.
"Kalau di luar kan (Union Square, New York) ada jugglers, musik, dan lainnya. Jadi nanti kita lihat saja. Tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan," kata Sandi.
Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta Bina Marga melakukan sejumlah penyesuaian untuk menyempurnakan bentuk desain trotoar di sepanjang Sudirman-Thamrin.
Penataan trotoar ini menjadi bagian dari persiapan Pemprov DKI Jakarta menyambut Asian Games 2018. Bahkan Anies dan Sandi berwacana akan ada atraksi atlet di sepanjang trotoar selama Asian Games berlangsung. Selain kegiatan budaya, totoar itu juga akan menyediakan walk of fame yang bertuliskan nama-nama atlet Indonesia, yang mengharumkan nama bangsa atas prestasinya.
