Kali Lamong Meluap, 9 Desa di Kecamatan Cerme Gresik Terendam Banjir

kumparanNEWSverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di Gresik. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Gresik. Foto: Dok. BNPB

BNPB mengungkapkan 9 desa di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terendam banjir pada Selasa (5/1). Banjir itu akibat Kali Lamong meluap usai terjadi hujan intensitas tinggi sekitar pukul 09.20 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengatakan 9 desa yang terendam banjir meliputi Desa Guranganyar, Desa Dungus, Desa Morowudi, Desa Iker-iker, Desa Cerme Kidul, Desa Pandu, Desa Jono, Desa Tambak Beras dan Desa Banjarsari.

"Menurut laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 5-45 sentimeter itu berdampak pada kurang lebih 760 KK," kata Raditya dalam keterangannya.

Banjir di Gresik. Foto: Dok. BNPB

Raditya menambahkan, selain merendam rumah warga, banjir juga merendam lahan persawahan seluas 280 hektar, 1.069 hektar tambak dan beberapa fasilitas umum yang masih dalam pendataan.

"Hingga saat ini, Tim Reaksi Cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik terus melakukan kaji cepat di lokasi terdampak. Sampai rilis ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa," ucap dia.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Raditya mengatakan BPBD Kabupaten Gresik sudah berkoordinasi dengan aparat desa setempat dan melakukan penyaluran bantuan logistik serta sembako.

"Dalam hal ini, BNPB memberikan imbauan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi adanya potensi bencana yang dapat ditimbulkan dari adanya prakiraan cuaca tersebut," kata Raditya.

"BNPB juga berharap kepada pemangku kebijakan di tiap daerah agar dapat mengambil upaya yang dianggap perlu dalam kaitan kesiapsiagaan, mitigasi dan pengurangan risiko bencana untuk beberapa hari ke depan," tutup dia.