Kamboja Gagalkan Pengiriman 100 kg Ekstasi dari Jerman

Kepolisian Kamboja berhasil menggagalkan pengiriman nyaris 100 kg ekstasi dari Jerman. Seorang pria berkewarganegaraan China ditangkap dalam kasus ini.
Diberitakan AFP, kepolisian Kamboja dalam pernyataannya Senin (13/8) mengatakan pelaku Yao Zeye ditangkap pada 7 Agustus pekan lalu. Ekstasi tersebut dikirim di dalam kardus makanan hewan agar tidak terendus aparat.
Menurut Mok Chito, wakil sekretaris Badan Anti-Narkoba Kamboja, Yao dibekuk polisi ketika hendak mengambil paket tersebut di kantor pos kota Phnom Penh. Chito mengatakan, ini adalah penyitaan ekstasi terbesar di Kamboja.
Pil-pil ekstasi seberat 98 kg itu rencananya akan dijual di pasar Kamboja atau dikirim lagi ke Vietnam. Satu pil ekstasi di pasaran Kamboja dihargai senilai antara Rp 300 ribu-1,2 juta.
Akibat tindakannya, Yao terancam hukuman penjara seumur hidup jika dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mencari pelaku lainnya.
Kamboja tengah gencar melakukan operasi anti-narkoba dalam beberapa tahun terakhir. Negara itu dikenal sebagai tempat transit perdagangan narkoba, kebanyakan heroin atau sabu.
Juni lalu, seorang pria Belgia divonis seumur hidup karena menyelundupkan 1 kg kokain ke negara itu di kopernya. Di bulan yang sama, aparat Kamboja menyita 120 kg sabu yang diselundupkan dari Laos.
Kamboja juga sedang memberantas perdagangan minyak safrole, bahan utama kosmetik yang bisa digunakan sebagai bahan ekstasi.
Minyak ini berasal dari pohon M’rea Prov Phnom yang langka dan dilindungi di hutan Kamboja. Produksi minyak ini terlarang sejak 2007.
