'Kampung Surya' Kebon Pala: Saat Energi Baru Terbarukan Hadir di Tengah Warga
·waktu baca 3 menit

Di Jakarta Timur, terdapat sebuah kampung yang menarik perhatian. Bukan hanya karena komunitas warganya yang aktif dan inovatif, namun juga karena lingkungan mereka telah mengadopsi energi baru terbarukan.
Kampung Jagorawi yang terletak di RT 001 RW 03 Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, dikenal sebagai Kampung Surya, di mana panel surya terpasang di atap aula yang biasanya digunakan untuk kegiatan warga.
Tak hanya itu, kampung ini juga dijuluki Kampung Warna Warni, karena rumah-rumahnya dicat cerah dengan berbagai warna, sekaligus dideklarasikan sebagai Kampung Bebas Asap Rokok, menegaskan komitmen warga terhadap lingkungan dan kesehatan.
Awal Mula Panel Surya Terpasang
Pemasangan panel surya ini dilakukan melalui kerja sama Institute for Essential Services Reform (IESR) dan salah satu perusahaan, dijembatani oleh LSM Fakta pada Maret 2021. Tujuannya tak hanya sekadar memperkenalkan energi baru terbarukan, tapi juga memberikan pelatihan teknis bagi remaja.
“Dulu kan tujuannya hanya memberikan pelatihan ke remaja-remaja, untuk paling tidak membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Atau mempersiapkan remaja untuk punya masa depan yang lebih baik gitu,” jelas Ketua RW 03 Kebon Pala, Agus Hermawan saat ditemui kumparan di rumahnya, Senin (18/8).
Agus menambahkan, panel surya awalnya hanya dipasang di aula RT 001, tetapi ia berharap pemasangan tersebut bisa diperluas.
“Ya, kalau mereka mungkin. Sebenarnya kita juga ya penginnya sih diperbanyak gitu,” tutur Agus.
Peran Warga dan Dukungan Komunitas
Pendi (43), warga Kampung Surya, menceritakan bahwa pemasangan panel surya merupakan hasil inisiatif warga setelah beberapa kali proyek promosi.
“Jadi panel surya ini sebenarnya tadinya promosi ya. Tadinya promosi sehingga berapa kali berpromosi, kami selaku warga terus mengajukan. Jadi kalau bisa jangan hanya promosi tapi buktikan,” jelas Pendi.
“Alhamdulilah dari IESR dan Solar itu membuktikan pasang panel surya secara gratis,” tambahnya.
Panel surya yang terpasang memberikan manfaat terutama untuk kegiatan umum di aula, mulai dari rapat RT/RW hingga kegiatan belajar warga.
“Panel surya ini sangat bermanfaat untuk kami warga, tapi bukan untuk perumahan. Tapi untuk hanya di aula saja. Saat aula itu dipakai untuk kegiatan-kegiatan warga, RT, RW atau yang lain yang berbau umum,” jelas Pendi.
Selain warga, pemuda setempat, terutama Karang Taruna, dilibatkan agar bisa belajar pemasangan dan perawatan panel surya.
“Emang dulu sempat ada untuk pemasangan ini, karang taruna atau pemuda-pemuda sini diajarin untuk pemasangan panel surya ini,” kata Joko (49), warga lain saat ditemui kumparan di dekat Aula RT 001.
“Jadi bisa entar suatu saat di panel surya ini membutuhkan tenaga kerja, nah jadi anak-anak ini lah untuk dibawa buat pemasangan yang di kayak perumahan-perumahan begitu,” tambah Joko.
Ia menekankan pentingnya dukungan Ketua RT dan RW agar proyek berjalan lancar.
“Memang koordinasi sama RT. Pak RT, Pak RW itu memang yang sangat mendukung tentang ini. Di lingkungan kami ini sangat mendukung,” ungkap Joko.
“Terutama Pak RT apalagi yang sangat sigap. Pak RW kami apalagi. Yang sangat-sangat mendukung tentang kegiatan-kegiatan kami yang ada di sini,” sambung dia.
Jalur Kerja Sama dan Kapasitas Panel
Joko juga menjelaskan jalur kerja sama yang membuat proyek terealisasi, mulai dari LSM hingga perusahaan.
“Kalau cahaya surya ini kita dikasih dari (LSM) Fakta sebenarnya. Jadi dari Fakta itu untuk minta tolong dari yang punya PT itulah untuk disumbangkan ke sini gitu maksudnya,” jelas Joko.
Ia pun menambahkan detail teknis panel surya. Panel yang terpasang di aula memiliki kapasitas sekitar 2.200 watt, cukup untuk mendukung lampu, kipas, maupun sound system saat kegiatan warga berlangsung.
“Pokoknya ini kalau dihitung wattnya itu sekitar sampai 2.000, 2.200 gitu,” ujar Joko.
Proyek ini tidak hanya mengenalkan energi terbarukan, tetapi juga memberi pengalaman belajar praktis sekaligus membangun kesadaran komunitas terhadap inovasi dan keberlanjutan.
