Kampus di Jepang Diminta Terima Mahasiswa Asing yang Dilarang Kuliah di Harvard

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi mahasiswa ujian. Foto: exam student/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mahasiswa ujian. Foto: exam student/Shutterstock

Pemerintah Jepang meminta universitas lokal mempertimbangkan menerima mahasiswa asing terdampak kebijakan Presiden Donald Trump melarang mahasiswa asing belajar di Universitas Harvard.

Menteri Pendidikan Jepang Toshiko Abe mengatakan pada Selasa (27/5) bahwa kementeriannya meminta universitas Jepang melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu mahasiswa asing yang terdampak.

"Kami meminta universitas-universitas mempertimbangkan kemungkinan langkah-langkah dukungan seperti menerima mahasiswa asing yang terdaftar di universitas-universitas AS supaya mereka dapat melanjutkan studi," katanya dalam konferensi pers, sebagaimana dilaporkan AFP, Rabu (28/5).

Abe mengatakan, AS merupakan destinasi populer mahasiswa Jepang yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri. Banyak dari mereka yang khawatir tentang status mereka pasca kebijakan Trump itu.

"Kami akan melakukan upaya semaksimal mungkin untuk memastikan anak-anak muda dengan ambisi dan talenta dapat melanjutkan studi mereka," kata Abe.

Universitas Tokyo, salah satu universitas paling bergengsi di Jepang, mempertimbangkan menerima mahasiswa asing yang terdampak kebijakan pemerintah AS. Meski, kata wakil presiden universitas Kaori Hayashi, menerima mahasiswa asing hanya untuk sementara waktu.

Sementara, juru bicara Universitas Kyoto mengatakan pihaknya juga mempertimbangkan menerima peneliti-peneliti muda dari universitas-universitas AS dan juga meninjau apa yang pihaknya dapat dilakukan untuk membantu mahasiswa di AS.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Hong Kong Christine Choi meminta universitas-universitas di negaranya untuk menerima mahasiswa berprestasi dari seluruh dunia.