kumparan
27 Agu 2018 19:20 WIB

Kanada Minta Dukungan Jerman dalam Perseteruan dengan Saudi

Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland. (Foto: Reuters/Edgard Garrido)
Pertikaian diplomatik dengan Arab Saudi ternyata membuat Kanada ketar-ketir. Untuk itu, Kanada meminta bantuan Jerman sebagai negara besar di Eropa untuk berada di pihak mereka dalam perseteruan dengan Saudi.
ADVERTISEMENT
Sejauh ini, Jerman memang tidak bersuara dalam konflik Kanada-Saudi. Konflik kedua negara bermula setelah Kanada mengkritik penangkapan aktivis HAM perempuan oleh Saudi dalam beberapa bulan terakhir.
Saudi marah dan menganggap kritikan tersebut adalah upaya campur tangan Kanada terhadap urusan dalam negeri mereka. Akibatnya, Saudi menangguhkan hubungan diplomatik dan kerja sama dagang, menarik pulang mahasiswa, menghentikan penerbangan, dan membatalkan kerja sama medis dengan Kanada.
Bendera Kanada (Foto: Daniel Chrisendo/kumparan)
Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland yang berbicara dalam pertemuan dengan duta-duta besar Jerman di Berlin pada Senin (27/8) mempromosikan sikap negaranya soal mendukung hak asasi manusia. Tanpa menyebut nama, Freeland jelas menyinggung konflik negaranya dengan Saudi.
"Kanada akan terus berdiri untuk hak asasi bahkan ketika kami diminta untuk tidak ikut campur, dan bahkan jika berbicara memiliki konsekuensi," kata Freeland dikutip Reuters.
ADVERTISEMENT
"Kami bergantung dan berharap akan dukungan Jerman," kata dia lagi.
Hubungan Saudi dan Jerman sendiri tengah tegang. Tahun lalu, bekas Menlu Jerman Sigmar Gabriel mengatakan negaranya tidak menoleransi sifat "avontur" Timur Tengah terkait situasi politik Lebanon yang memanas ketika itu.
Komentar tersebut membuat Saudi marah dan menarik duta besarnya dari Berlin. Saudi juga mengeluarkan nama perusahaan-perusahaan farmasi Jerman dari berbagai tender medis di negara mereka.
Karena itulah, Jerman tidak berkomentar permintaan dukungan dari Kanada. Menlu Jerman Heiko Maas malah mengajak Kanada untuk bersatu memperbaiki ketertiban dunia yang diobrak-abrik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Merugikan Eropa dan Jerman ketika Amerika Serikat, tiba-tiba dan tanpa berkonsultasi, mengumumkan sanksi acak terhadap Rusia, China, Turki, dan di masa depan mungkin lebih banyak lagi mitra dagang penting kita," kata Maas.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan